PERBEDAAN HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI YANG MENDAPATKAN DENGAN YANG TIDAK MENDAPATKAN TABLET TAMBAH DARAH PEMERINTAH
DOI:
https://doi.org/10.52657/jik.v9i2.1235Keywords:
suplementasi TTD, remaja putriAbstract
Perbedaan Hemoglobin Remaja Putri Yang Mendapatkan Dengan Yang Tidak Mendapatkan Tablet Tambah Darah Pemerintah Kabupaten Pringsewu saat ini telah menjalankan program PPAGB untuk menanggulangi anemia pada remaja. Salah satu Puskesmas yang menjalankannya adalah Puskesmas Ambarawa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Yang Mendapatkan Tablet Tambah Darah Pemerintah Di SMA Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. penelitian ini peneliti menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini memiliki dua variabel independen (bebas) yaitu perbedaan kadar hemoglobin remaja putri yang di SMA Ambarawa yang mendapat TTD Pemerintah dan yang tidak mendapatkan TTD Pemerintah di SMA Ambarawa. Jadi total sampel adalah 50 orang. Metode sampling yang digunakan adalah random sampling. instrument pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan rapid test. Analisis data menggunakan uji T-test independent tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan remaja yang rutin mendapatkan tablet fe sebanyak 52%. Rata-rata kadar hemoglobin pada remaja yang mendapatkan suplementasi fe adalah 11,5(1,79) gr/dl. rata-rata kadar hemoglobin pada remaja yang mendapatkan suplementasi fe adalah 11,5(1,79) gr/dl. Didapatkan nilai Mean Difference sebesar -0,2298, Hasil uji statistik didapatkan p value 0,657. Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan Kadar Hemoglobin remaja putri yang mendapatkan program intervensi suplementasi Fe dengan yang tidak mendapatkan suplementasi fe di SMA wilayah kerja Puskesmas AmbarawaReferences
Aquilani R, Dkk. (2011). School Performance Is Associated With Dietary Iron And Zinc Intake In Adolescent Girls. New Century Health Publishers. Vo.09. No.03. Hal 71-76
Kemenkes RI. (2015). Buku Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah. Kemenkes RI. Jakarta
Permatasari T, Briawan D. Madanijah. Efektivitas Program Suplementasi Zat Besi pada Remaja Putri di Kota Bogor. Jurnal MKMI. Vol.14.No.01. Hal 1-8
Rachmadianto NT. (2014). Efektivitas Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar HB Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Naskah Publikasi. Skripsi.
Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta. Kementrian Kesehatan RI
Srivastava A, Kumar R. Sharma M. Nutritional anaemia in adolescent girls: an epidemiological study. International Journal of Community Medicine and Public Health. Vol 3. No.3. Hal 080.812
WHO. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva
WHO. (2011). Prevention Of Iron Deficiency anaemia in Adolescents. Geneva
WHO. (2011). Global Prevalence of Anaemia. Geneva


