DETEKSI DINI PTM MELALUI SCREENING HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS DI PADUKUHAN NOGOSARI 2, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL

Authors

  • Ririn Wahyu Hidayati Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Astri Sri Sulani Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Amalia Zidny Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Shafirda Inayati Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Patrianto Patrianto Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Putri Nabila Raihana Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Arta Damayanti Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Yoga Arya Duta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Astuti Mei Wulandari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ayu Lestari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Aisyah Humairoh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52657/bagimunegeri.v8i2.2583

Abstract

Secara umum, PTM seperti obesitas, diabetes mellitus (DM), dan hipertensi merupakan penyebab utama kematian global. Hipertensi, merupakan masalah kesehatan global dengan dampak yang signifikan. Peningkatan prevalensi hipertensi pada lansia usia 60 tahun ke atas sangat signifikan, namun juga mulai terlihat pada usia yang lebih muda. Pada tahun 2013, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18-24 tahun adalah 8,7%, dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 13,2%. Federasi Diabetes Internasional (FDI) melaporkan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 terus meningkat. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat pancreas tidak cukup menghasilkan insulin yang digunakan oleh tubuh dalam mengatur gula darah. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan perwakilan kader Posyandu Lansia Wredo Utomo menyatakan bahwa prevalensi kejadian PTM yaitu Hipertensi dan Diabetes Mellitus (DM) di Padukuhan Nogosari 2 termasuk tinggi. Sehingga pentingnya dilakukan deteksi dini PTM melalui screening Hipertensi dan Diabetes Mellitus dengan tujuan menghindari dampak dan mencagah masalah kesehatan jangka Panjang. Hasil dari pelaksanaan kegiatan PTM melalui screening Hipertensi dan Diabetes Mellitus (DM) bahwa kejadian hipertensi sebanyak 1 (2%) lansia hipotensi, 23 (28%) lansia normal, 8 (13%) pra hipertensi, 18 (28%) hipertensi tingkat 1 dan sebanyak 13 (21%) lansia mengalami hipertensi tingkat 2. Sedangkan kejadian yang mengalami Diabetes Mellitus (DM) sebanyak 4 (6%) lansia mengalami Hipoglikemia, 51 (81%) lansia Normoglikemia dan 8 (13%) mengalami Hyperglikemia.

Downloads

Published

2024-12-16

Issue

Section

Articles