MEMBANGUN SOLIDITAS KARANG TARUNA MELALUI PENCIPTAAN KEGIATAN MASYARAKAT BERBASIS KOLABORASI
DOI:
https://doi.org/10.52657/bagimunegeri.v8i2.2603Abstract
Padukuhan Bogor 1, Playen, Gunungkidul, memiliki beragam potensi, salah satunya potensi sumber daya manusia, yaitu para pemuda sebagai agen pembangunan masyarakat. Akan tetapi, para pemuda tersebut tidak memiliki kekompakan atau rasa kebersamaan, sehingga sangat minim dalam menciptakan aksi positif di masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk membangun soliditas atau sense of belonging para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna di Padukuhan Bogor 1, melalui penciptaan kegiatan masyarakat “September Ceria”. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui partisipasi aktif Karang Taruna dan juga masyarakat. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi cek kesehatan (pengukuran gula darah dan tekanan darah), jalan sehat, senam massal, dan bazar UMKM. Metode pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan kolaboratif dan partisipasi aktif masyarakat. Hal tersebut menempatkan pengabdi sebagai fasilitator, sementara masyarakat sebagai aktor utama dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan rencana tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan “September Ceria” terbukti mampu membangun solidaritas Karang Taruna Bogor 1. Hal tersebut terlihat dari keaktifan pemuda dalam seluruh rangkaian kegiatan hingga penentuan tindak lanjut. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga mampu menjadi wadah berkreasi dan informasi bagi masyarakat Padukuhan Bogo 1 secara umum. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa upaya membangun kekompakan pemuda dapat dilakukan melalui kegiatan yang digemari dan berpotensi memiliki dampak bagi masyarakat. Acara "September Ceria" yang dilakukan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif pemuda memberikan dampak positif secara komprehensif terhadap peningkatan solidaritas Karang Taruna sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan ekonomi. Sebagai rekomendasi, kegiatan “September Cerita” dapat dijadikan kegiatan rutin masyarakat dengan kepanitiaan berasal dari para pemuda. Kegiatan tersebut dapat menjadi ajang para pemuda untuk berkreasi serta menunjukkan bahwa pemuda merupakan bagian penting dalam pembangunan padukuhan.






