MEMBANGUN SOSIAL EMOSI ANAK MELALUI ART THERAPY
DOI:
https://doi.org/10.52657/bagimunegeri.v9i1.3081Abstract
Perkembangan sosial dan emosional anak merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka. Upaya mengembangkan dan melatih kemampuan sosial emosional anak terdapat berbagai sarana yang dapat digunakan salah satunya yaitu melalui seni atau bisa disebut dengan art therapy. Kami berkolaborasi dengan salah satu komunitas yaitu Tangan Kaki Pemuda, yang merupakan salah satu komunitas di Tegal dan bergerak di bidang sosial. Pada kolaborasi ini kami membuat kegiatan sosial emosional dengan sasaran anak panti asuhan, mereka yang tinggal di panti asuhan sering menghadapi tantangan dalam perkembangan sosial dan emosional karena kurangnya figur orang tua dan lingkungan yang mendukung. Sasaran usia anak-anak yang mengikuti kegiatan ini berkisar pada usia 7-11 atau berada pada tahap perkembangan operasional konkrit. Maka dari itu dalam proyek ini menggunakan pendekatan seni dan karya (Art Therapy) yang dianggap sesuai dengan kebutuhan anak-anak usia sekolah dasar di panti tersebut. Hasil dari kegiatan dibuktikan dengan refleksi yang dilaksanakan pada akhir kegitan. Hasilnya anak-anak panti asuhan menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan memahami berbagai emosi dasar, lalu anak-anak juga mampu mengekspresikan perasaannya secara positif baik melalui peragaan ekspresi dan melalui karya seni. Melalui kegiatan permainan tradisional juga anak-anak mampu membangun keterampilan sosial seperti kerja sama dan saling menghargai, selain itu juga anak-anak memiliki pengetahuan mengenai permainan yang dimainkan pada zaman dahulu.
References
Kusnanto, R. A. B., & Frima, A. (2022). Perspektif Belajar Dengan Seni Di Sekolah Dasar. Jurnal Perspektif Pendidikan, 16(2), 286–295. https://doi.org/10.31540/jpp.v16i2.1999 Marinda, L. (2020). Kognitif dan Problematika. An-Nisa’ : Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 13(1), 116–152.
Saputra, A., Kartasasmita, S., & Subroto, U. (2018). Penerapan Art Therapy Untuk Mengurangi Gejala Depresi Pada Narapidana. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 2(1),181. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v2i1.1599
Sedana, I. M. (2019). Guru Dalam Peningkatan Profesionalisme, Agen Perubahan Dan Revolusi Industri 4.0. Jurnal Penjaminan Mutu, 5(2), 179. https://doi.org/10.25078/jpm.v5i2.891
Setyawan, A. D., & Hartinah, S. (2019). Pengembangan Panduan Bimbingan Keterampilan Kerjasama Berbasis Permainan Tradisional Balbudih untuk Siswa SMP. Indonesian Journal of Counseling and Development, 1(2), 109–121. https://doi.org/10.32939/ijcd.v1i2.916
Suryadih, D., dkk. (2024). Kemampuan Sosial Emosional pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 23–35. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 23-35.
Zulfah, E. M., & Wardhani, N. K. (2023). Peran Pengasuh Dalam Perkembangan Sosial- Emosional Panti Asuhan ( Studi Kasus Panti Asuhan Madania Yogyakarta ). Golden Age Universitas Hamzanwadi, 07(02), 266–275.






