PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA: REMAJA SEHAT GENERASI KUAT TANPA ANEMIA
DOI:
https://doi.org/10.52657/bagimunegeri.v10i01.3634Keywords:
anemia, remaja, tablet tambah darah, zat besi, vitamin CAbstract
Anemia merupakan kondisi defisiensi hemoglobin di bawah ambang normal (WHO: <12 g/dL pada remaja putri 15-18 tahun, <13 g/dL pada putra), yang mengganggu transportasi oksigen ke jaringan dan menimbulkan gejala seperti kelelahan, pucat, serta penurunan konsentrasi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja mencapai 32% (perempuan) dan 20% (laki-laki) berdasarkan Riskesdas 2018, serta 15-16% pada remaja putri usia 10-24 tahun menurut SKI 2023, terutama disebabkan anemia defisiensi besi akibat asupan zat besi rendah, menstruasi berlebih, pola makan tidak teratur, infeksi cacing, dan penghambat penyerapan seperti teh/kopi. Dampaknya meliputi penurunan prestasi akademik, produktivitas fisik, imunitas, serta risiko kesehatan reproduksi jangka panjang seperti kelahiran prematur. Pencegahan efektif mencakup konsumsi makanan kaya zat besi heme/non-heme, vitamin C pendukung, tablet tambah darah (TTD) mingguan, pola makan dan edukasi kesehatan melalui sekolah/media sosial. Tinjauan ini menekankan intervensi holistik untuk mengurangi beban anemia pada remaja Indonesia.
References
Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Pengantar gizi masyarakat. Kencana Prenada Media Group.
Almatsier, S. (2011). Prinsip dasar ilmu gizi. Gramedia Pustaka Utama.
Asyim, R. B., & Ardiansyah, M. R. (2024). Edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Bakti Cendana Abdi, 3(1), 45–52.
Balarajan, Y., Ramakrishnan, U., Özaltin, E., Shankar, A. H., & Subramanian, S. V. (2022). Anaemia in low-income and middle-income countries: Burden, determinants, and interventions. The Lancet Global Health, 10(4), e382–e393.
Beard, J. L. (2001). Iron biology in immune function, muscle metabolism and neuronal functioning. Journal of Nutrition, 131(2S-2), 568S–580S.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
Briawan, D. (2014). Anemia masalah gizi pada remaja wanita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1–7.
Departemen Kesehatan RI. (2019). Pedoman gizi seimbang. Kemenkes RI.
Dewi, R. K., Pratiwi, A., & Kurniawan, F. (2023). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan anemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 45–53.
Fitria, N., Marfuah, D., & Nugroho, H. (2023). Dampak anemia pada remaja putri terhadap kesehatan reproduksi dan kehamilan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(1), 12–21.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Haas, J. D., & Brownlie, T. (2001). Iron deficiency and reduced work capacity: A critical review of the research to determine a causal relationship. Journal of Nutrition, 131(2S-2), 676S–690S.
Halterman, J. S., Kaczorowski, J. M., Aligne, C. A., Auinger, P., & Szilagyi, P. G. (2001). Iron deficiency and cognitive achievement among school-aged children and adolescents in the United States. Pediatrics, 107(6), 1381–1386.
Kassebaum, N. J., Jasrasaria, R., Naghavi, M., Wulf, S. K., Johns, N., Lozano, R., & Flaxman, A. D. (2021). A systematic analysis of global anemia burden from 1990 to 2020. Blood, 123(5), 615–624.
Kemenkes BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Laporan awal anemia remaja. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Litbangkes.
Kementerian Kesehatan RI. (2021a). Buku pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Direktorat Gizi Masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI. (2021b). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Buku saku pencegahan anemia pada ibu hamil dan remaja putri. Direktorat Gizi Masyarakat.
Lestari, D., Adriani, M., & Sumarni, S. (2024). Hubungan pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMA. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 3(1), 30–39.
Lynch, S. R. (2011). Why nutritional iron deficiency persists as a worldwide problem. Journal of Nutrition, 141(4), 763S–768S.
Murray-Kolb, L. E., & Beard, J. L. (2007). Iron treatment normalizes cognitive functioning in young women. American Journal of Clinical Nutrition, 85(3), 778–787.
Optimalisasi Posyandu Remaja dalam pencegahan anemia. (2024). Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Poltekkes Palembang, 2(2), 146–154.
Permaesih, D., & Herman, S. (2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja. Buletin Penelitian Kesehatan, 33(4), 162–171.
Pertiwi, F. D., & Wahyuni, T. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 11(3), 88–97.
Prastiwi, I., Rahayu, S., & Susanti, D. (2024). Pengabdian kepada masyarakat: Edukasi anemia pada remaja dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 1–7.
Rahmawati, A., Putri, N., & Sari, M. (2025). Intervensi kesehatan komunitas melalui program SERASI (Sehat Remaja Atasi Anemia dengan Edukasi). Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(3), 937–942.
Rahmawati, E., Susanti, R., & Hidayah, N. (2022). Pengaruh penyuluhan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 60–70.
Redman, B. K. (2007). The practice of patient education: A case study approach (10th ed.). Mosby Elsevier.
World Health Organization. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. WHO.
World Health Organization. (2019). Anaemia. https://www.who.int/health-topics/anaemia
World Health Organization. (2024). Hemoglobin levels for determining anaemia: New World Health Organization guidelines. WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Hajrianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






