PROGRAM HOLISTIC CARE INOVASI PERAWATAN POSTPARTUM: PIJAT OKSITOSIN DAN KOMPRES HANGAT HERBAL SEBAGAI STRATEGI MENURUNKAN TINGGI FUNDUS UTERI

Authors

  • Dewi Sulastri Sutaran Sarjana Terapan Kebidanan, Politeknik Bhakti Asih Purwakarta
  • Nurhayati Sarjana Terapan Kebidanan, Politeknik Bhakti Asih Purwakarta
  • Teti Yuli Handayani Sarjana Terapan Kebidanan, Politeknik Bhakti Asih Purwakarta

DOI:

https://doi.org/10.52657/bagimunegeri.v10i01.3654

Keywords:

holistic care, involusi uteri, kompres hangat herbal, masa nifas, pijat oksitosin

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap berbagai komplikasi, salah satunya perdarahan postpartum yang dapat disebabkan oleh terhambatnya proses involusi uteri. Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai tanda bahaya masa nifas dan pentingnya involusi uteri dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam perawatan postpartum melalui pendekatan holistic care berupa edukasi, pijat oksitosin, dan kompres hangat herbal. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja TPMB Bidan Rosida Plered, Kabupaten Purwakarta, dengan sasaran 38 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan kompres hangat herbal, pelatihan pijat oksitosin, praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu nifas, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 13% menjadi 89%, kategori cukup menurun dari 37% menjadi 11%, dan kategori kurang menurun dari 50% menjadi 0%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin dan pembuatan kompres hangat herbal secara mandiri sebagai upaya mempercepat involusi uteri. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas terkait perawatan masa nifas serta berpotensi menjadi alternatif promotif dan preventif dalam mencegah komplikasi postpartum melalui pendekatan holistic care.

References

Angelina, J. A., Kibusi, S. M., & Mwampagatwa, I. (2019). Factors influencing nurses’ knowledge and skills in the prevention and management of postpartum haemorrhage. African Journal of Midwifery and Women’s Health, 13(4), 1–18.

Astutik, R. Y. (2017). Payudara dan laktasi. Jakarta: Salemba Medika.

Bukhari, A., Hidayanty, H., Astuti, N., Bahar, B., & Herli, P. (2021). Pengaruh edukasi media WhatsApp tentang gizi laktasi, involusi uteri, dan lochia terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu nifas. Jurnal Oksitosin Kebidanan, 8(1), 20–33.

Dahlan, S. (2018). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (Edisi 5). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Buku ajar kesehatan ibu dan anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kustriyani, M., & Wulandari, P. (2021). Post partum, menyusui dan cara meningkatkan produksi ASI. Qiara Media.

Rahayu, S., & Sugiarto, A. (2018). Efektivitas pijat oksitosin terhadap involusi uteri dan produksi ASI pada ibu postpartum. Indonesia Jurnal Kebidanan, 2(1), 57.

Sofia, D. (2017). Pengaruh pijat oksitosin terhadap proses involusi uterus. Jurnal Oksitosin Kebidanan, 4(1), 50–55.

Widyawati, S., & Utami, E. P. (2020). Pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi uteri pada ibu postpartum. Nursing Journal, 2, 201–209.

Xu, Y., Yang, Q., & Wang, X. (2020). Efficacy of herbal medicine (cinnamon, fennel, ginger) for primary dysmenorrhea: A systematic review and meta-analysis. Journal of International Medical Research, 48(6), 1–12. https://doi.org/10.1177/0300060520936179

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 

You may also start an advanced similarity search for this article.