Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya studi mengenai peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani kesulitan belajar akademik, padahal isu ini berdampak besar pada keberhasilan pendidikan di tingkat SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru BK dalam mendiagnostik dan menangani kesulitan belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran Matematika. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas XI di SMA Negeri 113 Jakarta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menjalankan fungsi penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan belajar melalui asesmen menyeluruh dan merancang intervensi berbasis kebutuhan siswa. Intervensi mencakup layanan konseling individu, kolaborasi dengan guru mata pelajaran, dan pelibatan orang tua. Meskipun nilai akademik siswa belum mencapai KKM, terjadi peningkatan motivasi dan pengurangan kecemasan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah untuk memperkuat layanan BK dan menyarankan penelitian lanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas serta pendekatan campuran untuk validasi lebih mendalam.