Investigasi Fenomenologis Konsep Diri Remaja yang Mengalami Kekerasan Pengasuhan

Authors

  • Zulkarnain Zulkarnain Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Sefni Rama Putri Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Sri Ayu Mutmainah Kurniawati Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Endah Fajri Arianti Universitas Sahid Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.52657/jfk.v11i2.3001

Abstract

Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi pembentukan diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep diri remaja yang mengalami kekerasan pengasuhan orang tua. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam yang dilakukan terhadap empat remaja di Provinsi Gorontalo dengan kriteria berusia 12-18 tahun baik perempuan maupun laki-laki, mengalami kekerasan pengasuhan dan bersedia menjadi informan. Data penelitian dianalisis menggunakan model Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat empat tema induk antar partisipan yakni (1) Interaksi orang tua dan anak (2) Pengalaman bersama ayah (3) Konsep diri (4) Harapan terhadap keluarga. Dampak kekerasan pengasuhan menimbulkan luka psikologis pada remaja. Remaja merasa tidak dicintai, selalu merasa bersalah, merasa lemah atau tidak berdaya. Hal tersebut menjadikan remaja cenderung bersikap reaktif menyelesaikan masalah, bingung mengenali kemampuan atau potensi diri, kesulitan mengontrol emosi, kurang tekun menyelesaiakan tugas serta kesulitan membangun hubungan akrab dengan orang lain. Hasil penelitian ini diharap dapat memberikan pemahaman bagi orang tua, pendidik maupun pembuat kebijakan untuk meninimalisir kekerasan dalam pengasuhan.

Downloads

Published

2025-08-31

Issue

Section

Articles