Learned Helplessness Anak Penerima Manfaat di Sentra Alyatama yang Menjadi Korban Kekerasan Seksual di Sentra Alyatama

Authors

  • Anisa Alfi Rahma universitas jambi
  • Agung Iranda Universitas Jambi
  • Jelpa Periantalo Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.52657/jfk.v12i2.3694

Abstract

Abstrak

Kekerasan seksual pada anak merupakan salah satu permasalahan paling mendesak di Indonesia dengan angka kasus yang selalu bertambah setiap waktunya. Kekerasan seksual ini menimbulkan kondisi learned helplessness pada individu. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi learned helplessness pada anak korban kekerasan seksual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif partisipan. Partisipan penelitian terdiri atas tiga anak korban kekerasan seksual yang berada di Sentra Alyatama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara tematik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kekerasan seksual yang terjadi secara berulang memunculkan berbagai manifestasi psikologis yang mencerminkan perilaku ketidakberdayaan (learned helplessness), seperti timbul keputusasaan pada korban, rasa rendah diri, perasaan-perasaan bersalah, perilaku melukai diri, bahkan juga mempengaruhi kerja otak yang menyebabkan individu mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Selain itu, ketidakberdayaan pada korban juga mempengaruhi kondisi fisik pada individu seperti mempengaruhi nafsu makan, perubahan berat badan, siklus haid yang tidak teratur, bahkan juga mempengaruhi kondisi tidur pada individu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi psikologis dan sistem dukungan bagi anak korban kekerasan seksual.

References

Alase, A. (2017). The Interpretative Phenomenological Analysis (IPA ): A Guide to a Good Qualitative Research Approach. 5

Azari, A.A., & Zururi, M.I. (2020). Gambaran Nonsuicidal Self-Injury pada Remaja Korban Kekerasan Keluarga. Medical Journal of Al-Qodiri, 5

Bylund, D.B. (2007). Childhood and adolescent depression: Why do children and adults respond differently to antidepressant drugs?. Neurochemistry International, 51 https://doi.org/10.1016/j.neuint.2007.06.025

Department of Reproductive Health and Research World Health Organization. (2019). Violence against women. Switzerland: World Health Organization

Febrianto, P.T. (2022). Sexual violence and the healing process of the victims. Jurnal Sosiologi Dialb ektika, 17 https://dx.doi.org/10.20473/jsd.v17i1.2022.109-119

Hardianti, R., & Oktriani. (2022). Gambaran Kepercayaan Diri Pada Korban yang Mengalami Kekerasan Seksual. UNES Journal of Social and Economics Research,7

Hoeksema, S. N. (2007). Abnormal psychology. (4th ed.). New York: McGraw Hill.

Jeon, B. & Baek, J. (2023). Menstrual disturbances and its association with sleep disturbances: a systematic review. BMC Women's Health, 23 https://doi.org/10.1186/s12905-023-02629-0

Khairunnisa, N.A. (2025). Dampak Kekerasan Seksual terhadap Psikologis Perempuan. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3

Kutlu, O., & Ozyeter, N. T. (2023). Development of the Learned Helplessness Tendency Scale for Secondary School Students: Validity and Reliability Studies. Van Yüzüncü Yıl University Journal of Education, 20

Lubis, S.P., Hasibuan, A.D., & Rusman, A.A. (2025). Efektivitas Teknik Reframing untuk Mengentaskan Learned Helplessness pada Siswa. AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset, 3

Morgan, T.A. (2020). Learned Helplessness. In: Gellman, M.D. (eds) Encyclopedia of Behavioral Medicine. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-030-39903-0_1201

Nock, M. K. (2009). Why do people hurt themselves? New insights into the nature and functions of self-injury. Current directions in psychological science, 18(2), 78-83.

Prastini, E. (2024). Kekerasan Terhadap Anak dan Upaya Perlindungan Anak Di Indonesia. Jurnal Citizenship Virtues, 4

Rini, R., (2020). Dampak psikologis jangka panjang kekerasan seksual anak (komparasi faktor: pelaku, tipe, cara, keterbukaan dan dukungan sosial). IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 4

Rosenthal, A. (2023). Trauma appraisals and posttraumatic growth among survivors of sexual assault. National Library of Medicine, 16 DOI: 10.1037/tra0001443

Rudolph J, Zimmer-gembeck MJ, Shanley DC, Hawkins R. (2017). Child Sexual Abuse Prevention Opportunities: Parenting, Programs, and theReduction of Risk. Child Maltreat.;xx(x):1–11

Saini, G. (2024). Understanding Postpartum Depression Through Learned Helplessness Theory. The Open Psychology Journal, 17

Seligman M.E.P.,& Maier S.F. (1967). Failure to escape traumatic shock. Journal of Experimental Psychology, 74

Seligman M.E.P. (1975) Helplessness: On depression, development, and death. San Francisco, CA: Freeman

Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak. (2025). Peta Sebaran Jumlah Kasus Kekerasan. Diakses dari: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung, 225(87), 48–61

Yudhita, S., Soetikno, N. (2024). Gambaran Nonsuicidal Self-Injury pada Remaja Korban Kekerasan Keluarga. Jurnal Psikologi Sains & Profesi, 8

Yuwono, Ismantoro. D. (2018). Penerapan Hukum dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Yogyakarta: Media Pressindo.

Downloads

Published

2026-07-16

Issue

Section

Articles