PERILAKU ODHA DALAM MENCEGAH PENULARAN HIV/ AIDS
DOI:
https://doi.org/10.52657/jik.v2i4.1034Keywords:
Kerahasiaan, HIV/AIDS, Perilaku, PenularanAbstract
Aquired Immune Defesiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodefeciency Virus (HIV). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo menunjukkan bahwa sejak ditemukan tahun 1999 kasus HIV/ AIDS terus meningkat. Hingga akhir tahun 2011, jumlah penderita HIV/ AIDS sebanyak 43 orang.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dampak kerahasiaan ODHA di masyarakat berkaitan dengan penularan HIV/AIDS dan informasi perilaku ODHA, sikap, dan persepsi ODHA terhadap HIV/ AIDS dan juga cara pencegahan dan upaya yang dilakukan ODHA untuk mencegah penularan HIV pada orang lain.
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Unit analisis pada penelitian ini adalah ODHA di wilayah Kabupaten Ponorogo. Teknik sampling yang akan digunakan adalah Snowball Sampling. Jumlah responden yang akan diambil sesuai informasi yang diperoleh peneliti dari key person. Pengumpulan data dilakukan dengan depth interview. Selanjutnya data dianalisis dengan reduksi data, data display, dan verifikasi data. Selanjutnya akan dilakukan uji kredibilitas data dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menyatakan semua responden mengatakan tidak mau menularkan penyakitnya kepada orang lain. Masa lalu informan beragam, ada yang berasal dari pengguna napza suntik, heterosek, tertular dari suaminya. Perlakuan kerahasiaan kepada ODHA harus tetap dilaksanakan karena mereka takut adanya diskriminasi terhadap ODHA. Hal tersebut terjadi karena masyarakat belum paham tentang HIV sehingga mereka masih sangat menstigma HIV. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka memang perlu adanya suatu intervensi ganda yang harus dilakukan, yaitun intervensi kepada masyarakat berupa sosialisai tentang HIV/AIDS. Sedangkan kepada ODHA perlu adanya pendampingan yang berkesinambungan sehingga penularan HIV dapat dicegah.
References
Depkes RI (2001) Pedoman tatalak-vana Minis Infeksi HIV di sarana kesehatan, Jakarta.
Pepkes RI ( 2003), Pedoman penatalaksanaan HIV/ AIDS, Jakarta
Depkes RI (2008) Pedoman Konseling dan Testing Sukarela, Jakarta.
Depkes RI, Pusdiknaskes (1997) AIDS dan Penanggulanganya, Jakarta.
Forum-Pembaca-Kompas, 3 November 2009) ODHA dilarang masuk USA
Komisi Penanggulangan Aids Nasional ( 2007 ) Strategi
Penanggulangan HIV/ AIDS 2007 – 2010, Jakarta
Nursalam,Siti Pariani (2001), Metodologi Riset Keperawatan, Jakarta. CV.Sagung Seto
Nursalam, Siti Pariani (2003), Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta.
CV.Sagung Seto, Nursalam, (2005), Asuhan Keparawatan Bayi dan Anak, Jakarta, Salemba.
Notoatmojo, Sukidjo (2002), Metodologi Penelitianb Kesehatan, Jakarta. Rhineka Cipta Patilima Hamid. (2005), Metode
Penelitian Kualitatif, Bandung. Alfabeta. Sugiono (2005), Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung.
Alfabeta. Sunaryo, (2004), Perilaku Manusia, Jakarta. EGC
The Brithis Council (2000), Aplikasi Metode Kualitatif dalam iv+aids+di+indonesia.htmI
Penelitian Kesehatan, Depok Waluyo Sugeng (2007) Perilaku Seks penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyuwangi
www.unaids.org/Buku Pegangan untuk Para legislator pada HIV /AIDS, Hukum dan Hak Asasi Manusia
www.PlusNews.com.Kampala tanggal 19 April 2007 Hukuman coati untuk positif seks anak-pelanggar HIV Parikesit,
Arli A. http://netsains.com/2OO8/02/lebih-jau/l-dengan-hivaids-dan-penanizjzulanggannyal Epoch-time, reuters. hitp:llwww.yaids.com/artikelaids.html
Garde, Avant. http:11aids-ina.orglmodules.php?name=A vantGo&jile=print&sid= 3216Garde, Avant. http://aids-ina.org/modules.php?name=AvantGo&file=print&sid= 3176 Garde, Avant.hqp.-11aids- ina.orglmodules.php?name=A vantGo&file=prini& sid=3171
Nea.htip:llnheeacute.blogspot.con7 l2009l10lartikel-hiv-aids.htm1
Susanti, fransisca. http://basabosicom.4.forumer.c om/0/artikel-bagils-soalhivaids post576html
Bagas, indro. http://www.konseling.netlartik elsekslsunat–hiv.htmsaputra, rio. http.-Ilwww.jevuska.comltopiclartik el+h


