PRODUKSI ASI PADA IBU POST SECTION CAESAREAN ERACS DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Marlinda Marlinda, Wahyu Widayati

Abstract


Persalinan Sesction Caesarean meningkat setiap tahun. Tindakan pembedahan ini menjadi pilihan untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang memiliki kontraindikasi persalinan normal. Komplikasi nyeri, perdarahan dan infeksi pada kondisi postpartum dapat dikurangi dengan diperkenalkannya metode Enhanced Recovery After Section Caesarean (ERACS). Peran dan tugas ibu postpartum antara lain menyusui bayinya, dimana masalah sering muncul masalah produksi ASI tidak lancar. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana produksi ASI pada ibu postpartum SC ERACS dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Desain penelitian correlation dengan pendekatan cross sectional, pada responden ibu postpartum SC ERACS dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 80 responden. Instrumen menggunakan kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bivariat dengan Chi Square. Hasil penelitian ada tujuh dari delapan faktor berhubungan dengan produksi ASI ibu Postpartum SC ERACS. P value Nyeri (0,001), kecemasan (0,015), IMD (0,007), hisapan bayi (0,026), tehnik menyusui (0,025), dukungan suami (0,049), motivasi ibu (0,025). Ibu postpartum SC ERACS semakin meningkat produksi ASInya karena berkurangnya rasa nyeri sehingga kecemasan menurun. Pelaksanaan IMD, hisapan bayi dan tehnik menyusui yang benar penting dilakukan untuk menstimulus produksi ASI. Dukungan suami maksimal potensial meningkatkan motivasi ibu untuk menyusui. Praktisi kesehatan di ruang nifas dapat meningkatkan cakupan IMD.

Keywords


ibu postpartum, produksi ASI, SC ERACS

Full Text:

Untitled


DOI: https://doi.org/10.52657/jik.v13i1.2285

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Web Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats