FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA REMAJA GEMUK DI KOTA YOGYAKARTA

Authors

  • Aldira Putri Pangesti Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Faurina Risca Fauzia Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Agil Dhiemitra Aulia Dewi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52657/jik.v14i1.2668

Keywords:

DM, Gula Darah, FINDRISC

Abstract

Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan 19,5 juta kasus DM terbanyak di dunia. DIY menyumbang 3,11% prevalensi DM dengan kasus DM terbanyak terdapat di Kota Yogyakarta sekitar 4,79% dengan prevalensi DM pada remaja usia >=15 tahun di Kota Yogyakarta sebesar 8,5%. Hal tersebut dapat dideteksi lebih dini dengan menggunakan kuesioner FINDRISC (Finnish Diabetes Risk Score) untuk menilai tingkat risiko individu yang mengalami DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko terhadap kejadian DM pada remaja gemuk di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah siswa/i di 6 SMAN wilayah Kota Yogyakarta. Pemilihan sekolah dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 136. Penelitian dilakukan dibulan Maret 2023. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Chi-Square dengan nilai a= 0,05. Faktor risiko yang memiliki hubungan erat terhadap FINDRISC yaitu lingkar pinggang (p-value=0,000), riwayat gula darah tinggi (p-value=0,000), dan riwayat DM pada keluarga (p-value=0,000). Sedangkan, faktor risiko yang tidak terdapat hubungan dengan FINDRISC yaitu usia (p-value=0,151), aktivitas fisik (p-value=0,170), konsumsi buah dan sayur (p-value=0,621), dan konsumsi obat hipertensi (p-value=0,589). Faktor risiko yang memiliki perbedaan signifikan terhadap kejadian DM yaitu IMT/U.

Downloads

Published

2025-01-20