HUBUNGAN KERAGAMAN PANGAN DAN STATUS GIZI SISWA DI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA

Authors

  • Rambu Tiara Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta
  • Endri Yuliati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta
  • Vio Nita Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52657/jik.v14i2.3049

Keywords:

Keragaman Pangan, Remaja, Status Gizi.

Abstract

Remaja di Indonesia menghadapi tiga beban masalah gizi, yaitu stunting, wasting, dan obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro. Keragaman pangan berkaitan dengan kualitas pangan sehingga akhirnya memengaruhi asupan makanan dan selanjutnya pada status gizi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk melihat kaitan keragaman pangan dan status gizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keragaman pangan dan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 67 siswa kelas XI yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner IDDS (Individual Dietary Diversity Scale) berdasarkan 9 kelompok bahan makanan dan food recall 2 x 24 jam. Status gizi ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh menurut Umur dengan software WHO Anthro Plus. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (58,2%) usia 17-19 tahun (65,7%). Tidak ada perbedaan rata-rata keragaman pangan weekday dan weekend (p > 0,05). Sebagian besar sampel memiliki keragaman pangan sedang (76,1%) dan status gizi baik (73,1%). Hasil analisis hubungan keragaman pangan dan status gizi menunjukkan p-value = 0,333, sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta.

References

Amalia, N. I; Octari, CY, Maryusman T, Fatmawati Imrar I. Hubungan Pola Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Makan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi pada Remaja di DKI Jakarta. Amerta Nutr. 2023;7(2):193–8.

Badan Ketahanan Pangan. Direktori Perkembangan Konsumsi Pangan. Vol. 3, Kementerian Pertanian RI. 2021. 136 p.

BPN. Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). In: https://badanpangan.go.id/wiki/gerakan-penganekaragaman-konsumsi-pangan-beragam-bergizi-seimbang-dan-aman-b2sa [Internet]. 2024. Available from: https://badanpangan.go.id/wiki/gerakan-penganekaragaman-konsumsi-pangan-beragam-bergizi-seimbang-dan-aman-b2sa

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta. 2022;(0274).

Februhartanty J, Ermayani E, Rachman PH, Dianawati H, Harsian H. Buku Pedoman Dan Kumpulan Rencana Ajar Untuk Guru Sekolah Menengah Dan Yang Sederajat ; Gizi dan Kesehatan Remaja. 2019. 166 p.

Felinda V. Hubungan Keanekaragaman Pangan dengan Status Gizi (IMT/U) Remaja Usia 16-18 Tahun di Man 2 Kota Bengkulu Tahun 2021. 2021.

Food and Agriculture Organization. Guidelines for measuring household and individual dietary diversity [Internet]. Fao. 2011. 1–60 p. Available from: www.foodsec.org

Hafiza D. PEKANBARU Program Studi Keperawatan , STIKes Hang Tuah Pekanbaru Abstrak Keywords : Kebiasaan makan , status gizi. Med Hutama. 2020;332–42.

Harahap, L. N, Lestari W, Manggabarani S, Studi Gizi P, Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika S, Korespondensi J, et al. Hubungan keberagaman makanan, makanan jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di Kabupaten Labuhan Batu. Nutr Diaita. 2020;12(02):45–51.

Hasanah NM, Tanziha I. Pengetahuan Gizi , Konsumsi Fast Food , Asupan Serat , dan Status Gizi Siswa SMA Kornita. J Gizi Diet. 2023;2(2):74–82.

Kemenkes RI. Laporan Nasional Rikesdas 2018. Daerah Istimewa Yogyakarta; 2019.

Kemenkes. Gizi saat Remaja Tentukan Kualitas Keturunan. 2020.

Kemenkes. Pilar Utama dalam Prinsip Gizi Seimbang [Internet]. 2022. Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/179/pilar-utama-dalam-prinsip-gizi-seimbang

Osmeriani Br Manalu HY. Keberagaman Konsumsi Pangan Remaja Putri di SMAN 4 Muaro Jambi. Indones J Nutr Sci Food. 2023;2(2):1–12.

Permenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. 2020;(3):1–78.

Purba NP, Kirani N, Sitepu ASB, Siregar IR, Priantono D, Partisya NM, et al. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Remaja MTS Al-Washliyah Desa Celawan Kec. Pantai Cermin Kab. Serdang Begadai. J Keperawatan dan Kesehat Masy. 2024;13(2):809–20.

Ronitawati P, Ghifari N, Nuzrina R, Yahya PN. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Konsumsi Pangan Dan Status Gizi Pada Remaja Di Perkotaan. J Sains Kesehat. 2021;28(1):1–11.

Susanti R & Rusdani. Hubungan Frekuensi Makan Junk Food Dengan Status Gizi Siswa Kelas X SMA Kartini Batam. Zo Kebidanan. 2020;11(1):33–9.

Telisa I, Hartati Y, Haripamilu AD. Faktor Risiko Terjadinya Obesitas Pada Remaja SMA. Faletehan Heal J. 2020;7(03):124–31.

UNICEF. Strategi Komunikasi Perubahan Sosial dan Perilaku: Meningkatkan Gizi Remaja di Indonesia. Unicef. 2021;1–66.

Vidyarini A, Ayunin EN. Keragaman dan Kualitas Konsumsi Pangan pada Remaja Usia 15-17 Tahun. ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan). 2022;7(1):31–9.

Downloads

Published

2025-07-25

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.