HIPEREMESIS GRAVIDARUM BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA

Authors

  • Nurul Soimah Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Rosmita Nuzuliana Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Siti Istiyati Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52657/jik.v15i1.3405

Keywords:

stunting, hiperemesis, faktor

Abstract

Stunting pada balita memiliki dampak terhadap penutunan kogitif pada balita. didapatkan angka kejadian stunting di Jawa Tengah adalah sebanyak 20,7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat factor yang menyebabkan kejadian stunting pada balita di Desa Banjarmangu, Banjarnegara Jawa Tengah.  Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan jumlah total sampel 50 dengan perbandingan 1:1. Hasil penelitian didapatkan factor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah factor Riwayat Hiperemesis saat kehamilan (p 0,004). HG sering kali memiliki asupan nutrisi dan energi yang buruk sehingga berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi ke janin. Dari hsil penelitian ini diharapkan seorang ibu hamil senantiasa menjaga kondisi saat hamil agar pertumbuhan dan perkembangan janin tidak terganggu.

Author Biography

Siti Istiyati, Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

References

Antun, R. (2016). Hubungan berat badan dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting anak 12-59 bulan di provinsi lampung. Jurnal Keperawatan, XII(2), 209–218.

Dasman, H. (2019). Empat dampak stunting bagi anak dan negara Indonesia. The Conversation (Disipln Ilmiah, Gaya Jurnalistik), 22–24. Retrieved from http://repo.unand.ac.id/21312/1/Empat dampak stunting bagi anak dan negara Indonesia.pdf

Endrinikapoulos, A., Afifah, D. N., Mexitalia, M., Andoyo, R., Hatimah, I., & Nuryanto, N. (2023). Study of the importance of protein needs for catch-up growth in Indonesian stunted children: a narrative review. SAGE Open Medicine, 11. https://doi.org/10.1177/20503121231165562

Islam, M. S., Zafar Ullah, A. N., Mainali, S., Imam, M. A., & Hasan, M. I. (2020). Determinants of stunting during the first 1,000 days of life in Bangladesh: A review. Food Science and Nutrition, 8(9), 4685–4695. https://doi.org/10.1002/fsn3.1795

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Tematik “Survei Kesehatan Indonesia”Tahun 2023.

Lestari, E., Siregar, A., Hidayat, A. K., & Yusuf, A. A. (2024). Stunting and its association with education and cognitive outcomes in adulthood: A longitudinal study in Indonesia. PLoS ONE, 19(5), 1–18. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295380

Mukuku, O., Mutombo, A. M., Kamona, L. K., Lubala, T. K., Mawaw, P. M., Aloni, M. N., … Luboya, O. N. (2019). Predictive model for the risk of severe acute malnutrition in children. Journal of Nutrition and Metabolism, 2019. https://doi.org/10.1155/2019/4740825

Mulyaningsih, T., Mohanty, I., Widyaningsih, V., Gebremedhin, T. A., Miranti, R., & Wiyono, V. H. (2021). Beyond personal factors: Multilevel determinants of childhood stunting in Indonesia. PLoS ONE, 16(11 November), 1–19. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0260265

Porgador, O., Sheiner, E., Pariente, G., & Wainstock, T. (2024). Pregnancy outcomes by hyperemesis gravidarum severity and time of diagnosis: A retrospective cohort study. International Journal of Gynecology and Obstetrics, (May), 1075–1083. https://doi.org/10.1002/ijgo.15760

Rusdiah, Fitriani, W. N., & Sugiharti. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Hiperemesis Gravidarium. Indonesian Journal of Midwifery Scientific, 1(November), 1–5.

Rusmil, V. K., Prahastuti, T. O., & Luftimas, D. E. (2019). Exclusive and Non-Exclusive Breastfeeding among Stunted and Normal 6 – 9 Month-Old-Children in Jatinangor Subdistrict , Indonesia. Althea Medical Journal, 6(1), 35–41.

Sari, K., & Sartika, R. A. D. (2021). The effect of the physical factors of parents and children on stunting at birth among newborns in indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 54(5), 309–316. https://doi.org/10.3961/jpmph.21.120

Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275. https://doi.org/10.25077/jka.v7i2.813

Siramaneerat, I., Astutik, E., Agushybana, F., Bhumkittipich, P., & Lamprom, W. (2024). Examining determinants of stunting in Urban and Rural Indonesian: a multilevel analysis using the population-based Indonesian family life survey (IFLS). BMC Public Health, 24(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18824-z

Syeda, B., Agho, K., Wilson, L., Maheshwari, G. K., & Raza, M. Q. (2020). Relationship between breastfeeding duration and undernutrition conditions among children aged 0–3 Years in Pakistan. International Journal of Pediatrics and Adolescent Medicine, (xxxx), 1–8. https://doi.org/10.1016/j.ijpam.2020.01.006

Downloads

Published

2026-01-15

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.