PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN BALITA

Authors

  • Dewi Nurlaela Sari Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Meda Yuliani Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Susi Susanti Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana

Keywords:

balita, berat badan, nafsu makan, pijat tuina, terapi komplementer

Abstract

Nafsu makan rendah pada balita dapat berkontribusi terhadap asupan makan yang tidak adekuat dan gangguan pertumbuhan. Pijat Tuina merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang mengombinasikan tekanan lembut dan usapan pada titik meridian tertentu serta mulai banyak digunakan untuk mendukung penanganan masalah makan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat Tuina terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kuasi eksperimen one-group pretest-posttest pada 30 balita usia 12-59 bulan yang mengalami masalah nafsu makan di posyandu. Intervensi pijat Tuina diberikan enam kali selama dua minggu oleh ibu yang telah dilatih dengan supervisi bidan. Nafsu makan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan berat badan diukur menggunakan timbangan digital terkalibrasi. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan uji Wilcoxon. Rerata skor nafsu makan meningkat dari 5,47 ± 1,17 menjadi 8,03 ± 1,10 setelah intervensi (p < 0,001). Rerata berat badan meningkat dari 11,87 ± 1,61 kg menjadi 12,16 ± 1,62 kg (p < 0,001). Pijat Tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan komplementer dalam pelayanan kebidanan dan kesehatan anak berbasis komunitas, disertai edukasi pemberian makan responsif dan gizi seimbang.

References

Chen, S. C., Cheng, H. L., Wang, D. D., Wang, S., Yin, Y. H., Suen, L. K. P., & Yeung, W. F. (2023). Experience of parents in delivering pediatric tuina to children with symptoms of attention deficit hyperactivity disorder during the COVID-19 pandemic: qualitative findings from focus group interviews. BMC Complementary Medicine and Therapies, 23(1). Https://doi.org/10.1186/s12906-023-03891-3

Field, T. (2019). Pediatric massage therapy research: A narrative review. In Children (Vol. 6, Number 6). MDPI. Https://doi.org/10.3390/children6060078

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2022). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta, Indonesia.

Knapp, T. R. (2016). Why Is the One-Group Pretest–Posttest Design Still Used? In Clinical Nursing Research (Vol. 25, Number 5, pp. 467–472). SAGE Publications Inc. Https://doi.org/10.1177/1054773816666280

Liang, S. B., Lai, B. Y., Cao, H. J., Cai, Q. H., Bai, X., Li, J., Zhang, Y. P., Chi, Y., Robinson, N., & Liu, J. P. (2020). Pediatric tuina for the treatment of anorexia in children under 14 years: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. In Complementary Therapies in Medicine (Vol. 51). Churchill Livingstone. Https://doi.org/10.1016/j.ctim.2020.102411

Pérez-Escamilla, R., Jimenez, E. Y., & Dewey, K. G. (2021). Responsive feeding recommendations: Harmonizing integration into dietary guidelines for infants and young children. Current Developments in Nutrition, 5(6), nzab076. https://doi.org/10.1093/cdn/nzab076

Nugroho, D. A., & Cahyanti, I. Y. (2023). Psikoedukasi Positive Parenting pada Pendamping dan Pembina UPTD KANRI Surabaya. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 9(1), 9. Https://doi.org/10.32884/ideas.v9i1.1172

UNICEF & WHO. (2023). Improving the health and wellbeing of children and adolescents: guidance on scheduled child and adolescent well-care visits.

World Health Organization. (2023). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!) Guidance to support country implementation. In Who. Https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/255415/9;jsessionid=B309C8C56E5EEFA24FA2F606422AB847?Sequence=1

World Health Organization. (2023b). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864

Downloads

Published

2025-07-20

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.