PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIOINSEKTISIDA BUAH DAN TANGKAI BUAH CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) TERHADAP LALAT RUMAH (Musca dosmestica Linnaeus, 1758)
Keywords:
Cabai Merah Keriting, Bioinsektisida, LC50Abstract
Buah dan tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, terpenoid, dan fenolik yang memiliki efektivitas sebagai bioinsektisida terhadap lalat rumah (Musca domestica Linnaeus, 1758). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ekstrak buah dan tangkai menunjukkan perbedaan efektivitas bioinsektisida yang signifikan pada berbagai konsentrasi, menentukan konsentrasi ekstrak buah dan tangkai yang paling efektif sebagai bioinsektisida lalat rumah, dan untuk mengetahui nilai LC50 ekstrak buah dan tangkai. Ekstraksi buah dan tangkai cabai merah keriting dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bobot ekstrak buah dan tangkai diperoleh sebesar 98,213 g dan 33,364 g. Penelitian ini menggunakan 6 kelompok perlakuan dengan ekstrak buah dan tangkai 20%, 15%, 10%, 5%, Malathioin 0,28% sebagai kontrol positif, dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif yang tiap kelompok berisi 25 lalat rumah dengan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah dan tangkai memiliki perbedaan efektivitas bioinsektisida yang signifikan pada berbagai konsentrasi. Konsentrasi ekstrak buah dan tangkai yang paling efektif sebagai bioinsektisida lalat rumah adalah 20% (buah pada jam ke-5 dan tangkai jam ke-6). Nilai LC50 5,207% (ekstrak buah) dan 5,221% (ekstrak tangkai). Hasil uji menyatakan bahwa ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting memiliki efektivitas dalam membunuh lalat rumah
References
Ananta, T dan Anjasmara, G. 2022 Potensi Ekstrak Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annum var. Longum) sebagai Antioksidan dan Antibakteri. Jurnal Ilmiah Medicamento, 8(1), 48-55.
Asmah, N., Halimatussakdiah, H., & Amna, U. (2020). Analisa Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) dari Bireum Bayeun, Aceh Timur. QUIMICA: Jurnal Kimia Sains dan Terapan, 2(2), 7–10. https://doi.org/10.33059/jq.v2i2.26 dingin [tesis]. Medan: Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara.
Cania, E., dan Setyaningrum, E,. 2013. Uji efektifitas larvasida daun legundi (Vilex trifolia) terhadap larva Aedes segypti. Jurnal of Universitas Lampung. 2. 4. 52-60.
Depkes RI. 2000. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. (2021). Profil Kesehatan Kota Bandar Lampung 2021. Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.
Ismatullah A, Kurniawan B, Wintoko R, Setianingrum E. 2018. Test of The Efficacy of Larvasida Binahong Leaf Extract (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) for The Larvae Aedes Aegypti Instar III. Journal Farmacia, 7 (7):
Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khamesipour, F., Lankarani, K. B., Honarvar, B., & Kwenti, T. E. (2018). A systematic review of human pathogens carried by the housefly (Musca domestica L.). BMC public health, 18, 1-15.
Klau, M. H. C., & Hesturini, R. J. (2021). Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm F) Lindau) Terhadap Daya Analgetik Dan Gambaran Makroskopis Lambung Mencit. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 4(1), 6-12.
Lu, Y., Ma, X., Yang, M., Wang, L., & Zhang, Y. (2017). Capsaicin presynaptically inhibits glutamate release through the activation of TRPV1 and calcineurin in the hippocampus of rats. Neuroscience Letters, 653, 204–210. https://doi.org/10.1016/j.neulet.2017.05.033.
Musvitasari, D., Sari, D., Saktiawan, Y., 2023. Efektivitas Larutan Cabai Rawit Sebagai Insektisida Terhadap Kematian Lalat Rumah (Musca domestica). Jurnal Mitra Refflesia, 15(1), 1-7.
Nugroho, A. S., Widyastuti, R. P., & Setiawan, R. (2019). Aktivitas insektisida ekstrak cabai terhadap Musca domestica. Jurnal Biologi Tropis, 19(3), 112–118.
Pike R, 2017. Human Health Effects: PHENOL. [online], (https://toxnet.nlm.nih.gov/cgibin/sis/search/a?dbs+hsdb:@term+@DOCNO+113, diakses 25 Maret 2017).
Plata-Rueda, A., Campos, M. J. and Rolim, S. G., 2018. Terpenoid Constituents ofcinnamon and Clove Essential Oils Cause Toxic Effects and Behavior Repellency Response on Granary Weevil, Sitophilus granarius. Ecotoxicology and Environmental Safety. 156. pp. 263-270.
Putra, Y. A., Anwar, C., & Rahmawati, R. (2020). Uji efektivitas bioinsektisida dari tanaman famili Solanaceae. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(1), 45–50.
Sakuran, M. I. A., & Porusia, M. (2024). Pengaruh Pengendalian Lalat Menggunakan Insektisida Di Pasar Legi Surakarta. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8. (1), 1000-1009.
Suhartati, S., Wahyuni, D., & Herlina, L. (2021). Kandungan kapsaisin pada bagian-bagian buah cabai. Indonesian Journal of Applied Chemistry, 4(2), 89–95.
Susanti, D., Amalia, P., & Andayani, N. E. (2024). Potensi Kandungan Capsaicin Pada Limbah Tangkai Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) Sebagai Bioinsektisida Lalat Rumah (Musca domestica). Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11. (11), 2211-2223.
Utami, I.K., dan Cahyati, .W.H. 2017. Potensi Ekstrak Daun Kamboja Sebagai Insektisida Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Unnes. 1. (1). 22-28.
WHO. 2003. Who Specifications And Evaluations For Public Health Pesticides: Malathion,p.1-75.
WHO. 2022. Standard Oprating Procedure For Testing Insecticide Susceptibility Of Adult Mosquitoes In WHO Tube Tests.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


