HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT HIV/AIDS DI PRINGSEWU BARAT TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.52657/sjnh.v2i2.2529Abstract
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh pada manusia. Setelah manusia terinveksi virus HIV akan timbul gejala-gelaja atau penyakit penyerta akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh yang biasa disebut Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS). Kasusnya dari tahun 2005 sampai dengan Maret 2021 kasus HIV cenderung meningkat setiap tahun. Berbagai faktor individu dikaitkan dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS seperti jenis kelamin, usia, status perkawinan, pendidikan, dan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dengan Tingkat pengetahuan penyakit HIV/AIDS di Pringsewu Barat tahun 2024. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini masyarakat yang berada di RW 006 Kelurahan Pringsewu Barat dengan jumlah responden 96. Analisa data menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Cluster Sampling. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan penyakit HIV/AIDS dengan hasil p-value 0,199. Sedangkan, pada variabel umur, Pendidikan, status pernikahan, status pekerjaa, dan status ekonomi memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan dengan hasil p-value < 0,05. Pada uji regresi logistic didapatkan hasil bahwa Pendidikan dan status pekerjaan memiliki hubunngan yang sangat signifikan dibandingkan dengan variabel lainnya. Maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan penngetahuan yang didukung oleh status pekerjaan guna memperoleh pendidikan sehingga dapat berdampak pada perilaku yang sehat.References
Ardiyani, I. Y. L. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Hiv/Aids Dengan Self-Stigma Orang Dengan Hiv/Aids Di Balai Kesehatan Masyarakat Kota Semarang. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Berek, P. A. L., Be, M. F., Rua, Y. M., & Anugrahini, C. (2019). Hubungan Jenis Kelamin Dan Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Di Sman 3 Atambua Nusa Tenggara Timur 2018. Jurnal Sahabat Keperawatan, 1(01), 4–13.
Dept HSE Indo Medika International. (2022). HIV AIDS-Mitos,Tahapan,Gejala,Dampak,Dan Cara Pencegahan.
Haryono, Y. (2022). 201 pasien penderita HIV Aids jalani perawatan di Kabupaten Pringsewu.
Kementrian Kesehatan. (2021). Laporan Perkembangan HIV AIDS Dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I.
Kepala Dinkes Provinsi Lampung. (2023). 5.643 ODHIV ditemukan dilampung, dinkes gencar putus rantai penularan.
Martilova, D. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja Dalam Pencegahan Hiv Aids Di Sma N 7 Kota Pekanbaru Tahun 2018. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 4(1), 63–68.
Maulsby, C. H., Ratnayake, A., Hesson, D., Mugavero, M. J., & Latkin, C. A. (2020). A scoping review of employment and HIV. AIDS and Behavior, 24, 2942–2955.
Mbirimtengerenji, N. D. (2018). Is HIV/AIDS epidemic outcome of poverty in sub-saharan Africa? Croatian medical journal, 48(5), 605.
Wahidin, F., & Febriyanto, W. (2024). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Pencegahan Hiv/Aids Pada Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cimahi. Kedokteran UNPAS.
World Health Organization(WHO). (2023). HIV.


