FAKTOR KUNCI YANG MEMPENGARUHI EFIKASI DIRI DALAM PENYELESAIAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS

Authors

  • Nur Fadhilah Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Helda Yuliza Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Elmi Nuryati Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Heru Supriyatno Universitas Muhammadiyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.52657/sjnh.v3i1.2765

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular, memerlukan pengobatan jangka panjang selama enam  bulan. Namun, banyak pasien yang merasa bosan atau tidak nyaman dengan pengobatan, terutama akibat efek samping obat sehingga meningkatkan jumlah putus obat. Putus obat berisiko meningkatkan resistensi obat (MDR-TB) dan (ILTB). Penelitian ini bertujuan menganalisis factor yang berhubungan dengan self efficacy pada pasien TBC di Puskesmas Pringsewu tahun 2024. Variabel independen adalah pengalaman pengobatan orang lain, pengalaman pengobatan sebelumnya, dukungan keluarga, dan kecemasan, sedangkan variabel dependen adalah self efficacy. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 44 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Kriteria inklusi pasien yang sedang menjalani pengobatan, usia 14-70 dan bersedia jadi responden. Kriteria ekslusi; pasien dengan komplikasi dan mengalami gangguan kejiwaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pengobatan sebelumnya (pvalue = 0,020) dan kecemasan (p-value = 0,02) memiliki hubungan signifikan dengan self efficacy, sedangkan pengalaman pengobatan orang lain (p-value = 0,55) dan dukungan keluarga (p-value = 0,77) tidak memiliki hubungan signifikan. Rekomendasi penelitian ini adalah tenaga kesehatan memberikan edukasi lebih intensif dan terstruktur tentang pengobatan TBC, manajemen kecemasan pasien, serta melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan agar meningkatkan self efficacy dan mengurangi risiko putus obat.

References

Ananda, F., Dwi Putra, R., & Hendeastyo, V. S. (Sekolah T. I. E. K. (2017). 3)123. 01(01), 1–10.

Dinkes Pringsewu. (2021). Kabupaten Pringsewu Tahun 2021 Dinas Kesehatan.

Fatimah, S., Murwani, F. D., Farida, I. A., & Hitipeuw, I. (2024). Academic Self- Efficacy and Its Effect on Academic Engagement: Meta-Analysis. International Journal of Instruction, 17(1), 271–294. https://doi.org/10.29333/iji.2024.17115a

Fradisa, L. (2022). Hubungan Pengetahuan Dan Self Efficacy Pasien Tb Paru Dengan Pencegahan Penularan Tb Paru Di Puskesmas Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(1), 149–156. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i1.3963

Haerianti, M., Yunding, J., Fadhilah,N & Indrawati. (2022). Efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru”. Journal of Health, Education and Literacy, 4(2), 86–93.

Hambali, A. (2015). Teori-teori kepribadian. pdf (pp. 67–73).

Harfika, M., Liestyaningrum, W., Nurlela, L., & Watiningrum, L. (2020). Gambaran Self Efficacy dalam Keberhasilan Kesembuhan pada Pasien Tuberculosis Paru di Surabaya Utara. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 4(1), 41–46. https://doi.org/10.52643/jukmas.v4i1.791

Harlan, J. (2018). Buku Metodologi Penelitian Kesehatan. In Metodologi Penelitian Kesehatan (Vol. 44, Issue 8).

Hasanah, M., , M., & Wahyudi, A. S. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Efikasi Diri Penderita Tuberculosis Multidrug Resistant (Tb-Mdr) Di Poli Tb-Mdr Rsud Ibnu Sina Gresik. Jurnal Kesehatan, 11(2), 72.

https://doi.org/10.24252/kesehatan.v11i2.5415

Indrawati, Fiqi Annisa, & Wardono. (2019). Pengaruh self efficacy Terhadap kemampuan literasi matematika dan pembentukan kemampuan 4C. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 247–267.

Irmawati. (2019). Volume 6, Nomor 2 1. Gambaran Self Efficacy Pada Pasien TB Paru Untuk Menyelesaikan Pengobatan Di Poli DOTS Pada Salah Satu Rumah Sakit Umum Daerah Di Garut: Jurnal Keperawatan, 6(2), 69–78.

Kemenkes RI. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Pertemuan Konsolidasi Nasional Penyusunan STRANAS TB, 135.

Kementerian Kesehatan Indonesia, D. J. P. dan P. (2023). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. Kemenkes RI, 1–147.

Kesehatan, J. I., Lathif, Y. A., Handayani, L. T., Hidayat, C. T., Studi, P., Keperawatan, I., Kesehatan, I., & Jember, U. M. (2024). Medic Nutricia Hubungan Self Efficacy Dengan Kecemasan Menjalani Pengobatan Penderita Tuberculosis Di Puskesmas Tenggarang Bondowoso. 2(4), 1–10. https://doi.org/10.5455/mnj.v1i2.644

Kristini, T. D., Hamidah, R., Masyarakat, F. K., Semarang, U. M., Kesehatan, D., Jawa, P., & Artikel, I. (2020). Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita. 15, 24–28.

Lampung Provincial Health Office. (2024). Health Profile 2023 Lampung Provincial Health Office. 44, 1–326.

Luszczynska, A., Scholz, U., & Schwarzer, R. (2005). The general self-efficacy scale: Multicultural validation studies. Journal of Psychology: Interdisciplinary and Applied,139(5),439–457. https://doi.org/10.3200/JRLP.139.5.439-457

Making, M. A., Banhae, Y. K., Aty, M. Y. V. B., Mau, Y., Abanit, Selasa, P., & Israfil. (2023). Analisa Faktor Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Tb Paru Pada Kontak Serumah Selama Era New Normal Covid 19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 43–50.

Minarni, M. (2020). Efikasi Diri Guru. In POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan (Vol. 1, Issue 2). https://doi.org/10.53491/porosonim.v1i2.33

Murharyati, A., Rusmilah, L., Solikhah, M., & Pratiwi, E. (2021). Dukungan Emosional Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Tuberkulosis (Tb) Paru. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery,Environment,Dentist),

(1),165–176. https://doi.org/10.36911/pannmed.v16i1.1037

Suarnianti, Haskas, Y., & Sabil, F. A. (2023). Analisis Hubungan Self Efficacy Dengan Kejadian Tb Paru di Puskesmas Tamalanrea. HealthCare Nursing Journal, 5(1), 521–528.

Suratmini, D., & Berliana Togatorop, L. (2023). Hubungan Stigma Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Pasien Tuberkulosis: Literatur Review. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(2), 115–125. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v7i2.5736

Sutarto, S., Fauzi, Y. S., Indriyani, R., Sumekar RW, D. W., & Wibowo, A. (2019). Efikasi Diri pada Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Jurnal Kesehatan, 10(3), 405–412. https://doi.org/10.26630/jk.v10i3.1479

Wulandari, I. S. M., Rantung, J., & Malinti, E. (2020). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Di Wilayah Kerja Puskesmas Parongpong. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(1). https://doi.org/10.30651/jkm.v5i1.4536

Ziliwu, J. B. P., & Girsang, E. (2022). Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Rs . Khusus Paru Medan the Relationship of Knowledge and Attitudes Towards Medication Adherence in Tuberculosis Patients in Medan. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 4(3), 999–1006.

Zimmerman, B. J. (2000). Self-Efficacy: An Essential Motive to Learn. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 82–91. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1016

Downloads

Published

2025-05-11