HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DISEKOLAH LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.52657/sjnh.v3i1.2773Abstract
Fase terakhir sejarah manusia dikenal sebagai lansia. Rasa kesepian akan semakin dirasakan oleh lanjut usia yang sebelumnya adalah seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan yang menghadirkan atau berhubungan dengan orang banyak. Kesepian merupakan hasil interaksi dengan individu lain yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kesepian dan tingkat kecemasan pada lansia disekolah lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini meneliti variabel usia, jenis kelamin, kesepian,dan kecemasan dengan menggunakan kuesioner UCLA dan HARS yang sudah baku. Subyek dalam penelitian ini adalah lansia di sekolah lansia Amanah Bunda. Berdasarkan uji rank spearman didapatkan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) hasil perhitungan menunjukan nilai p value 0,016 < α (0,05) hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signfikan antara variabel kesepian dengan variabel kecemasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lansia yang mengalami kesepian juga cenderung mengalami kecemasan. Umur yang semakin bertambah pada lansia bukan suatu hambatan untuk lansia tetap berinteraksi dengan sosial, lansia dapat bergabung dan bersosialisasi oleh teman dan lingkungan sekitar agar tidak merasa sendiri.Downloads
Published
2025-05-11
Issue
Section
Articles


