Dampak Peran Ayah Yang Hilang

Authors

  • Nurmawati Nurmawati Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Ni'ami Kamila Hirmah Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Fhara Anggi Nuraeni Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Zulfa Salma Octavia Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Rifka Amalia Safitri Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

DOI:

https://doi.org/10.52657/jfk.v11i1.2652

Abstract

Kehadiran seorang ayah dalam keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan kesehatan mental, emosional, dan sosial anak. Fenomena fatherless di Indonesia menunjukkan dampak nyata dari ketidakhadiran ayah, yang sering kali disebabkan oleh pandangan budaya yang menempatkan peran ayahhanya sebagai penyedia finansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman individu yang mengalami fatherless. Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga partisipan yang mengalami kondisi ini sejak usia dini hingga remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah berdampak signifikan pada perkembangan psikologis dan sosial, seperti hilangnya rasa percaya diri, meningkatnya rasa mandiri, dan kesulitan menjalinhubungan sosial. Peran ayah yang aktif dan konsisten, baik secara emosional, sosial, maupun kognitif adalah kunci dalam membentuk keseimbangan emosi dan kemampuan sosial anak. Penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya kesadaran keluarga dan masyarakat dalam memahami dampak fatherless serta kebutuhan untuk mendukung anak-anak dalam situasi ini melalui pendekatan yang holistik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untukmendorong peran ayah yang lebih aktif dan inklusif dalam perkembangan anak, sehingga dapat meminimalkan efek negatif dari ketidakhadiran figur ayah.

Downloads

Additional Files

Published

2025-01-16

Issue

Section

Articles