Gambaran Perilaku Self-harm pada Sandwich generation

Authors

  • Azizah Sulistiana Universitas Pancasakti Tegal
  • Muhammad Arif Budiman Sucipto Universitas Pancasakti Tegal

DOI:

https://doi.org/10.52657/jfk.v12i2.3685

Keywords:

Self-harm, Sandwich generation, Self-neglect.

Abstract

Fenomena self-harm pada individu yang berada dalam posisi Open-Faced Sandwich generation menunjukkan bahwa tekanan multigenerasi dapat memunculkan perilaku menyakiti diri dalam bentuk yang tidak selalu tampak secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk self-harm, karakteristik perilaku tersebut, serta faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya pada individu sandwich generation. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dilaksanakan di Desa Setu pada September 2024 hingga Januari 2025. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu narasumber primer serta dua narasumber sekunder, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk self-harm yang ditemukan berupa self-neglect, seperti pola makan tidak teratur, tidak makan selama beberapa hari, waktu tidur yang sangat sedikit, serta kecenderungan mengabaikan kebutuhan fisik sebagai bentuk hukuman diri. Karakteristik perilaku ditunjukkan melalui kecenderungan menarik diri, kesulitan mengelola emosi, perasaan kosong, dan penggunaan strategi koping pasif. Faktor penyebab meliputi tekanan ekonomi, tuntutan keluarga, hubungan emosional yang kurang hangat, tekanan pekerjaan, serta rendahnya kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-harm pada Open-Faced Sandwich generation merupakan respons terhadap akumulasi tekanan emosional dan minimnya dukungan sosial. Oleh karena itu, disarankan adanya layanan bimbingan dan konseling yang berfokus pada penguatan regulasi emosi, peningkatan dukungan sosial, serta pengembangan strategi koping adaptif. Data penelitian diperoleh dari satu informan utama dan dua informan pendukung sehingga memberikan gambaran mendalam mengenai pengalaman subjektif individu Open-Faced Sandwich generation.

References

Afrianti, R. (2020). Intensi melukai diri remaja ditinjau berdasarkan pola komunikasi orang tua. Mediapsi, 6(1), 37–47. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.mps.2020.006.01.5

Amalianita, B., & Putri, Y. E. (2023). Permasalahan psikologis pada sandwich generation serta implikasi dalam layanan bimbingan dan konseling. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 8(2), 163–171. DOI: https://doi.org/10.29210/023368jpgi0005

Amalina, A. S. N., & Abidin, Z. (2025). The Sandwiched Young Adults: How Do They Cope with Stress? Psikostudia: Jurnal Psikologi, 14(1), 25–33. DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v14i1.16632

Annisa, D. F., Susanti, D., Siddik, R. R., & Putri, J. E. (2023). Sosialisasi dan Pendampingan terhadap Generasi Sandwich untuk Meningkatkan Self Care Management pada Wanita Bekerja di Alahan Panjang, Sumatera Barat. Dharma Publika: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 1(1), 32–37. https://jurnal.yoii.ac.id/index.php/dharmapublika

Annisa, N., Nursanti, S., & Ramdhani, M. (2024). PEMAKNAAN GENERASI SANDWICH DALAM PERSPEKTIF GENERASI Z (STUDI FENOMENOLOGI PADA GENERASI Z DI KABUPATEN KUNINGAN). JKOMDIS: JURNAL ILMU KOMUNIKASI DAN MEDIA SOSIAL Учредители: Universitas Dharma Andalas, 4(3), 795–801. DOI: https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i3.2175ann

Ardiyanto, D., Asbari, M., & Ristanto, M. R. (2024). Tantangan dan solusi generasi sandwich: Mengelola tekanan finansial dan emosional. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi Dan Bisnis, 1(2), 31–34. DOI: https://doi.org/10.70508/gyv06536

Islamarida, R., Tirtana, A., & Devianto, A. (2023). Gambaran perilaku self injury pada remaja di wilayah sleman yogyakarta. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11(2), 347–355. DOI: https://doi.org/10.33366/jc.v11i2.4066

Khalil, R. A., & Santoso, M. B. (2022). Generasi sandwich: Konflik peran dalam mencapai keberfungsian sosial. Share: Social Work Journal, 12(1), 77–87. DOI: https://doi.org/10.33366/jc.v11i2.4066

Liljedahl, S. I., Daukantaitė, D., Kleindienst, N., Wångby-Lundh, M., & Westling, S. (2023). The five self-harm behavior groupings measure: empirical and thematic data from a novel comprehensive self-harm assessment. Frontiers in Psychiatry, 14, 1147206. DOI: http://dx.doi.org/10.3389/fpsyt.2023.1147206

Maharani, C. N., Savitri, L. S. Y., & Pudjiati, S. R. R. (2022). Hubungan antara Pola Asuh Positif dan Perilaku Melukai diri Remaja. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 14(1), 1–13. DOI: http://doi.org/10.31289/analitika.v14i1.6623

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif/Lexy J. Moleong.

Putlia, G., & Effieta, Y. (2023). Gaya hidup generasi sandwich: Studi kasus perilaku belanja online konsumen Shopee. Jurnal Manajemen Strategi Dan Aplikasi Bisnis, 6(1), 123–136. DOI: https://doi.org/10.36407/jmsab.v6i1.883 https://www.ejournal.imperiuminstitute.org/index.php/JMSAB/article/view/883

Putri, T. H., & Dewi, V. (2023). Gambaran Perilaku Non-Suicidal Self Injury (Nssi) Pada Remaja Di Masa Pandemi: Literature Review. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(2), 415–428. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/view/12141

Sadath, A., Troya, M. I., Nicholson, S., Cully, G., Leahy, D., Ramos Costa, A. P., Benson, R., Corcoran, P., Griffin, E., & Phillip, E. (2023). Physical and mental illness comorbidity among individuals with frequent self-harm episodes: A mixed-methods study. Frontiers in Psychiatry, 14, 1121313. DOI: http://dx.doi.org/10.3389/fpsyt.2023.1121313

Syahti, M. N., Surya, E. P. A., Handayani, R., Putri, R. E., & Lindriani, N. (2024). Strategi Sandwich Generation Dalam Menjalankan Perannya. JURNAL ILMU SOSIAL, HUMANIORA DAN SENI Учредители: CV Information Technology and Training Center Indonesia, 3(4), 943–947. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4934577

Thesalonika, T., & Apsari, N. C. (2021). Perilaku self-harm atau melukai diri sendiri yang dilakukan oleh remaja. Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2), 213–224. DOI: https://doi.org/10.24198/focus.v4i2.31405

Wibisono, B. K., & Gunatirin, E. Y. (2019). Faktor-faktor penyebab perilaku melukai-diri pada remaja perempuan. Calyptra, 7(2), 3675–3690. https://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/3631

Yanuar, A., Amanta, A. G., Puteri, M., Dahesihsari, R., & Ajisuksmo, C. R. P. (2021). Self-compassion bagi sandwich generation: Program psikoedukasi melalui media sosial instagram. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(3). DOI: https://doi.org/10.24912/jbmi.v4i3.13458

Downloads

Published

2026-08-31

Issue

Section

Articles