BESTIE (BELAJAR SEHAT REPRODUKSI & LINDUNGI DIRI)

Authors

  • Fayakun Nur Rohmah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Windi Sawitri Fakultas Kedokteran Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Siti Arifah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Dimas Gilang Pradita Fakultas Kedokteran Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Sofiatul Fajara Gita Fakultas Kedokteran Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Remaja

Abstract

Tingginya kasus kekerasan anak di Yogyakarta, serta fakta pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) dan pubertas masih tabu, melatarbelakangi kegiatan ini. Analisis situasi di SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II menunjukkan materi kespro, khususnya persiapan pubertas, belum disampaikan spesifik dan didukung media memadai. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai persiapan menghadapi pubertas. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II, dengan sasaran 112 siswa kelas V. Metode yang digunakan adalah edukasi dua arah: ceramah interaktif, diskusi/tanya jawab dan brainstorming. Media yang digunakan adalah presentasi PowerPoint (PPT) yang dirancang menarik dan sesuai usia. Materi berfokus pada pengenalan pubertas, perubahan fisik, psikis, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi dan batasan diri. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sangat signifikan. Persentase siswa berkategori pengetahuan Baik meningkat dari 71% (pre-test) menjadi 88% (post-test). Secara kualitatif, siswa (putra maupun putri) antusias dan aktif berpartisipasi, terbukti dari banyaknya pertanyaan saat diskusi. Metode ceramah interaktif didukung media visual PPT terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa kelas V mengenai kespro dan pubertas. Tingginya partisipasi aktif menunjukkan topik ini sangat relevan bagi siswa, yang memiliki rasa ingin tahu besar namun sering ragu bertanya.

References

Astri, L. A., Winarni, S., & Dharmawan, Y. (2016). Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Awal Sekolah Dasar di Daerah Wisata Band. Jurnal Kesehatan Mas, 4(4), 213–219.

Ayuningrum, L. D., & Permana, S. A. (2024). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Berbasis Brainstorming pada Remaja. Jurnal Berdaya Mandiri, 6(2), 123–128.

Brix, N., Ernst, A., Lykke, L., Lauridsen, B., Parner, E., Støvring, H., Olsen, J., Brink, T., & Cecilia, H. (2019). Timing of puberty in boys and girls : A population- ­ based study. Pediatric and Perinatal Epidemiologi, 33(May 2018), 70–78. https://doi.org/10.1111/ppe.12507

Dewiani, K., Purnama, Y., & Yusanti, L. (2019). Pendidikan Seks Dini dan Kesehatan Reproduksi Anak Untuk Siswa Sekolah Dasar. Dharma Raflesia Unib, 2, 1–6.

DP3AP2 DIY. (2025). Laporan Data Kekerasan Bulan Desember 2024.

Joakimsen, H. L., Brendlien, A., & Furberg, A. (2025). Age at menarche and its association with preschool BMI among girls in Northern Norway. PLoS ONE, 20(5), 1–9. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0322986

Maharani, R., & Andryani, W. (2018). Faktor Yang Berhubungan dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Santriwati di MTs Pondok Pesantren Dar El Hikmah Kota Pekanbaru. KESMARS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit, 1(1), 69–77. https://doi.org/10.31539/kesmars.v1i1.172

Marinda, L. (2020). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Problematikanya pada Anak Usia Sekolah Dasar. An-Nisa’ : Jurnal Kajian Perempuan & Keislaman, 13(1), 116–152.

Mills, E. G., Tsoutsouki, J., Pierret, A. C. S., Comninos, A. N., & Dhillo, W. S. (2025). The Neuroendocrine Regulation of Reproductive Behavior and Emotional Control by Kisspeptin. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 110(6), 1747–1758. https://doi.org/10.1210/clinem/dgaf055

Muhimmah, S., & Fajrin, N. D. (2022). Urgensi Pendidikan Seks Melalui Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia SD. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 1(2), 105–112. https://doi.org/10.33830/antroposen.v1i2.4076

Noer, K. U., Kusmawati, A., & Nurfadhilah. (2025). Do not ask , do not tell : the dark path of sexual and reproductive health education in Indonesia. Multidiscplinary Science Journal, 7, 1–14.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 Tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi, 36 (2025).

Rahma, A., Rahman, F., Arifin, S., Anggraini, L., Seambaga, A. A., Shafarina, H., Adila, N. A., & Cahyani, S. (2025). Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Edukasi Interaktif di SMAN 5 Banjarbaru Improving Adolescent Reproductive Health Knowledge Through Interactive Education at SMAN. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(1), 114–122.

Rahmawaty, & Herdayati, M. (2025). Efektivitas Intervensi Edukasi Kesehatan Reproduksi dalam mencegah Pelecehan Seksual pada Anak-Anak : Studi di Sekolah Dasar. JMSWH Journal of Midwifery Science and Women’s Health, 5(5), 102–109. https://doi.org/10.36082/jmswh.v5i2.2166

Downloads

Published

2025-12-15

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.