HUBUNGAN PUASA SUNAH DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
DOI:
https://doi.org/10.52657/jik.v14i1.2663Keywords:
Puasa sunah, Kadar gula darah, Diabetes melitusAbstract
Diabetes melitus apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan gangguan neuropati motorik, sensorik, atau otonom. Penderita diabetes melitus harus mengelola kadar gula darah dengan rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah, terapi insulin, dan mengonsumsi obat farmakologi. Pengontrolan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus dapat dilakukan dengan puasa sunah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya hubungan antara puasa sunah dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional pada 88 responden dengan tehnik purposive sampling. Alat penumpulan data menggunakan lembar kuesioner singkat untuk mengidentifikasi kebiasaan puasa sunah dan menggunakan glucometer untuk mengukur kadar gula darah puasa. Analisis data menggunakan uji spearman-rank. Hasil penelitian menunjukkan kadar gula darah tidak normal 75 orang (85.2%) dan kadar gula darah normal 13 orang (14.8%). Kebiasaan puasa didapatkan kategori jarang 59 orang (67.0%), sedang 15 orang (17.0%), dan sering sebanyak 14 orang (15.9%). Hasil uji spearman-rank (p-value = 0.005) menunjukkan terdapat hubungan antara puasa sunah dengan kadar gula darah. Kesimpulan terdapat hubungan antara puasa dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Diharapkan pasien mampu mengendalikan kadar gula darah dengan melakukan puasa sunah, dan tetap mengonsumsi obat rutin atau terapi farmakologis.Downloads
Published
2025-01-20
Issue
Section
Articles


