PERAN PIJAT BAYI DALAM MENINGKATKAN POLA MAKAN BALITA STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.52657/jik.v15i1.3416Keywords:
pijat bayi, pola makan, nafsu makan, balita stunting, peningkatan berat badanAbstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kritis di Indonesia, dengan nafsu makan yang buruk dan asupan makanan yang tidak adekuat menjadi faktor kontribusi utama. Pijat bayi merupakan intervensi non-farmakologis yang berpotensi memperbaiki fungsi pencernaan dan nafsu makan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap pola makan dan peningkatan berat badan balita stunting. Penelitian quasi-experimental dengan desain kelompok kontrol ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025, melibatkan 40 balita usia 8-15 bulan yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat pijat bayi terstruktur sebanyak 6 kali selama 2 minggu, diikuti dengan monitoring selama 1 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian nafsu makan dan pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang dipijat rutin selama 2 minggu (6 kali pijatan) mengalami peningkatan nafsu makan dan berat badan yang signifikan setelah 1 bulan follow-up pada kunjungan posyandu. Intervensi pijat menunjukkan efektivitas dalam merangsang nafsu makan dan mendukung peningkatan berat badan balita stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pijat bayi dapat menjadi intervensi komplementer yang efektif dalam program penanganan stunting, khususnya dalam memperbaiki pola makan dan status gizi balita yang mengalami stunting.
References
Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. E-Jurnal Pustaka Kesehatan. 3(1), 163-170
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617
Diego, M. A., Field, T., Hernandez-Reif, M., & Deeds, O. (2019). Preterm infant massage elicits consistent increases in vagal activity and gastric motility that are associated with greater weight gain. Acta Paediatrica, 108(5), 906–912. https://doi.org/10.1111/apa.14690
Field, T. (2014). Infant massage therapy research review. Clinical Research in Pediatrics, 1(1), 1–8.
Field, T., Diego, M., & Hernandez-Reif, M. (2020). Massage therapy research. Developmental Review, 38, 1–18. https://doi.org/10.1016/j.dr.2015.01.001
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan penanggulangan stunting. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Kemenkes RI.
Ni'mah, K., & Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Media Gizi Indonesia. 10(1), 13-19.
Ni’mah, C., & Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19.
World Health Organization. (2020). Stunting in a Nutshell. WHO Press. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
World Health Organization. (2021). Guideline on child growth and development. WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


