HUBUNGAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL QUR'AN BANDUNG BARU KABUPATEN PRINGSEWU

Authors

  • Puji Rahayu Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Heru Supriyatno Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Rahmat Efendi Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Keywords:

kepadatan hunian, kebersihan diri, pondok pesantren, santri, scabies

Abstract

Scabies merupakan infeksi kulit menular yang prevalensinya tinggi di negara tropis, termasuk Indonesia. Tingginya kasus scabies berkaitan dengan faktor personal hygiene yang rendah, sanitasi buruk, dan kepadatan hunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Bandung Baru Kabupaten Pringsewu tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 95 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri tinggal di kamar yang tidak memenuhi syarat kepadatan dan mengalami scabies. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepadatan hunian dan kejadian scabies dengan nilai p sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa kepadatan hunian berkontribusi terhadap peningkatan risiko scabies. Disarankan pihak pondok pesantren melakukan edukasi dan promosi kesehatan mengenai pencegahan scabies melalui peningkatan kebersihan diri, tidak berbagi barang pribadi, dan menjaga kebersihan lingkungan. 

References

Husna, R., Joko, T., & Magister Kesehatan Lingkungan, N. (2021). Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Scabies Di Indonesia : Literatur Review. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 29–39. https://doi.org/10.47718/jkl.v11i1.1340

Karimkhani, C., Colombara, D. V., Drucker, A. M., Norton, S. A., Hay, R., Engelman, D., & Naghavi, M. (2017). The global burden of scabies: A cross-sectional analysis from the Global Burden of Disease Study 2015. The Lancet Infectious Diseases, 17(12), 1247–1254. [https://doi.org/10.1016/S1473-3099(17)30483-8]

Kauffman, C. L., & Elston, D. (2022). Scabies. In Emedicine Medscape (Vol. 1)

Khoiriyah, Sukraeny, N., Alfiyanti, D., Renni, Y., Syahputra, M. Y., & Ayu, R. (2023). Upaya Preventif Dan Kuratif Masalah Kesehatan Kulit Berbasis Evidence Based Practice Pemanfaatan Bahan Alam. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 1–6.

Lilia, D., & Novitry, F. (2022). Hubungan Kebiasaaan Menggunakan Handuk Bersama dan Ventilasi dengan Kejadian Scabies di Panti Asuhan Nur Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukaraya Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2022. Jurnal Mandira Cendikia, 1(1), 51–58. https://journal-mandiracendikia.com/jbmc

Mayrona, C. T., Subchan, P., & Widodo, A. (2018). Pengaruh Sanitasi Lingkungan terhadap Prevalensi Terjadinya Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Matholiul Huda Al Kautsar Kabupaten Pati. Januari 2018 JKD, 7(1), 100–112.

Notoatmodjo, S. (2016). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Revisi ed.). Rineka Cipta.

Ratnasari, L., & Sungkar, S. (2016). Prevalensi dan faktor risiko skabies di pondok pesantren Jakarta Timur. Jurnal Kedokteran Indonesia, 4(3), 150–156. https://doi.org/10.23886/ejki.2.3177.

Sunarno, J. M., & Hidayah, A. I. (2021). Gambaran Pengetahuan Sikap dan Perilaku Penderita Scabies di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pejawaran Tahun 2021. Medsains, 7(1), 1–10.

Ubaidillah. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Scabies di Madrasah Tsanawiyah Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 89–93.

Downloads

Published

2025-12-23