PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DILINGKUNGAN PERSYARIKATAN (PEMBERDAYAAN KADER AISYIYAH MELALUI PROGRAM PENCEGAHAN ULKUS DIABETIK PADA PASIEN DIABETES DENGAN PELATIHAN FOOT CARE DI AISYIYAH CABANG PRINGSEWU)
Keywords:
ulkus diabetik, foot care, diabetes melitusAbstract
Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien diabetes. Kader kesehatan berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam pencegahan dan deteksi dini ulkus diabetik.
Tujuan:Mengoptimalkan pemberdayaan kader Aisyiyah melalui pelatihan foot care sebagai upaya pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes di wilayah Aisyiyah Cabang Pringsewu.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di lingkungan persyarikatan Aisyiyah Cabang Pringsewu. Desain sebelum–sesudah (pre–post design) digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan. Instrumen penilaian pengetahuan didesain khusus untuk materi foot care, dan kepatuhan perawatan pasien diukur melalui observasi dan pencatatan insiden ulkus. Analisis statistik menggunakan uji beda berpasangan untuk skor pengetahuan dan uji chi‑square untuk perbandingan insiden ulkus, dengan taraf signifikansi α=0,05.
Hasil:Pelatihan foot care berbasis pemberdayaan meningkatkan pengetahuan kader secara signifikan, dengan rata‑rata skor pre‑test 10,4 ± 2,1 menjadi post‑test 17,8 ± 1,5 (P < 0,001). Kepatuhan kader dalam mendampingi perawatan kaki pasien meningkat pesat, tercermin dari penurunan insiden ulkus diabetik pada pasien dari 24 % menjadi 8 %.
Kesimpulan:Program pelatihan foot care yang memanfaatkan pemberdayaan kader Aisyiyah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan perawatan, serta menurunkan insiden ulkus diabetik. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi dalam skala yang lebih luas sebagai strategi pencegahan komplikasi diabetes berbasis komunitas.
References
American Diabetes Association. (2017). Standards of medical care in diabetes—2017. Diabetes care, 40(Supplement 1), S1-S135.
Boulton, A. J. M., Vileikyte, L., Ragnarson-Tennvall, G., & Apelqvist, J. (2008). The global burden of diabetic foot disease. The Lancet, 371(9613), 855-863.
International Diabetes Federation. (2019). IDF diabetes atlas (9th ed.). Brussels, Belgium: International Diabetes Federation.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Infodatin diabetes melitus. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
National Institute for Health and Care Excellence. (2019). Diabetic foot problems: prevention and management. NICE guideline NG19.
Armstrong DG, Boulton AJ, Bus SA. 2017. Diabetic Foot Ulcers and Their Recurrence. N Engl J Med. 376(24):2367-2375.
Brownrigg JR, Davey J, Holt PJ, et al. 2015. The association of ulceration of the foot with cardiovascular and all-cause mortality in patients with diabetes: a meta-analysis. Diabetologia. 58(7): 1444–1454.
Kemenkes RI. 2023. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






