"SERUNI” : INOVASI SENAM REPRODUKSI DAN SKRINING HB DIGITAL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN CISEUREUH
DOI:
https://doi.org/10.52657/bagimunegeri.v10i01.3639Keywords:
Senam Reproduksi, Remaja Putri, Anemia.Abstract
Masalah kesehatan remaja putri di dunia masih didominasi anemia defisiensi besi, terutama di negara berkembang akibat ketidakseimbangan kebutuhan pertumbuhan dan asupan nutrisi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja putri usia 15–24 tahun mencapai 32%, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi dan stunting di masa depan. Observasi di Rusunawa Ciseureuh menunjukkan sebagian besar remaja putri belum memiliki pemetaan kadar hemoglobin (Hb) secara klinis karena keterbatasan alat skrining serta rendahnya aktivitas fisik rutin. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi dan memutus risiko anemia melalui program SERUNI (Senam Reproduksi Masa Kini). Metode yang digunakan meliputi edukasi partisipatif, skrining Hb digital, intervensi senam SERUNI, dan pemberdayaan kader berbasis monitoring kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan literasi kesehatan kategori “Baik” dari 11% menjadi 89% serta penurunan prevalensi anemia dari 72% menjadi 23%. Kesimpulannya, program SERUNI CISEUREUH efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, aktivitas fisik, penurunan anemia, dan kemandirian kader secara berkelanjutan di komunitas Rusunawa Ciseureuh.
References
Aghniadi, P., & Sari, D. K. (2023). Pengaruh edukasi gizi menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 45–52.
Chen, Y., Li, H., & Wang, X. (2023). Physical activity and erythropoiesis response among adolescent females with iron deficiency anemia. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 35(4), 210–218.
Fitriani, N., Rahmawati, D., & Putri, A. (2022). Efektivitas senam remaja dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kadar hemoglobin pada remaja putri. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 88–96.
Harahap, N. R. (2023). Pemberdayaan kader posyandu dalam skrining kesehatan digital di wilayah pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, 4(1), 12–19.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Direktorat Gizi Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Pratama, R., & Wijaya, H. (2024). Sedentary lifestyle and anemia risk among adolescent girls in urban communities. Indonesian Journal of Public Health, 19(2), 133–142.
Rahayu, S., Nuraini, T., & Saputri, D. (2021). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada remaja di wilayah semi-urban. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 2(3), 201–210.
Sari, M., & Utami, P. (2024). Digital point-of-care testing as an innovation for anemia screening in community health programs. Journal of Community Health Innovation, 6(1), 55–63.
Smith, J., & Rahayu, L. (2023). Iron deficiency anemia and cognitive performance among adolescent girls: A systematic review. Journal of Pediatric and Adolescent Health, 12(3), 145–154.
Sulastri, E. (2022). Inovasi media edukasi visual dalam program pencegahan stunting dan anemia. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 13(2), 67–75.
WHO. (2023). Nutritional anaemia: Strategies for control and prevention. World Health Organization.
Wulandari, R. (2025). Community empowerment approach in adolescent reproductive health promotion programs. Journal of Community Nursing and Midwifery, 9(1), 77–86.
Yuliana, R., & Saputra, M. (2024). Analisis keberlanjutan program kesehatan remaja melalui penguatan kapasitas kader lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(2), 150–158.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lia Yulianti, Devita Zakirman, Ruciah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






