Model Pembelajaran TSTS dan STAD Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Authors

  • Yunni Arnidha Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Afri Mardicko Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Faizatul Ulya Universitas Muhammadiyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.52657/je.v11i2.3069

Abstract

Abstract Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas III SD antara kelas yang menggunakan model Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Student Teams Achievement Division (STAD), menguji efektivitasnya pada siswa berkemampuan awal rendah, serta mengevaluasi pengaruh daya beda soal. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan kelas IIIB (TSTS, n=22) sebagai kelas eksperimen dan IIIA (STAD, n=21) sebagai kelas kontrol. Instrumen tes valid dan reliabel dianalisis dengan ANCOVA (sampel penuh) dan Mann-Whitney (subkelompok rendah). Hasil menunjukkan model TSTS secara signifikan lebih efektif daripada model STAD dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah keseluruhan (p=0,033; *gain* +38,87 vs +35,00). Pada siswa berkemampuan rendah, TSTS memiliki tren lebih tinggi (+44,85 vs +42,19) namun tidak signifikan (p=0,820). Soal nomor 5,6,7 yang berdaya beda sedang menunjukkan selisih skor terbesar (hingga 2,42 poin), bertentangan dengan hipotesis. Kontribusi penelitian mengonfirmasi keunggulan model TSTS dan merekomendasikan penugasan peran misalnya siswa berkemampuan pemecahan masalah matematis rendah sebagai recorder untuk mengurangi dominasi. Keterbatasan meliputi durasi intervensi yang singkat (3 pertemuan), tidak ada randomisasi, dan daya beda soal rendah pada beberapa item. Kata kunci: Model TSTS, Pemecahan Masalah Matematika, Siswa SD, Model STAD, Pembelajaran Kooperatif

Downloads

Published

2025-08-31

Issue

Section

Articles