SOSIALISASI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI BATU PUTU TELUK BETUNG
Keywords:
HPV, Kanker Serviks, Deteksi dini, WanitaAbstract
Penyakit kanker serviks sering terjadi pada wanita berusia 35-55 tahun. Kanker serviks merupakan suatu proses keganasan sekelompok sel yang abnormal pada serviks. Kanker serviks merupakan tumor ganas yang terjadi dan tumbuh di dalam leher rahim (serviks) yang penyebab utamanya adalah Human Papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual (sexually transmitted infection). Tujuan dari kegiatan ini membantu ibu – ibu di Batu Putu Teluk Betung untuk menambah wawasan kanker serviks pada wanita, sehingga dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Saat ada tanda gejala ataupun tidak ada gejala wanita diharapakan selalu melakukan skrining ataupun deteksi dini penyakit kanker serviks. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan. Kegiatan ini diawali dengan pengisian kuisioner pretest oleh peserta, selanjutnya pemaparan materi. Pada akhir kegiatan dibagikan kuisioner lagi posttest untuk melakukan evaluasi terkait materi yang disampaikan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, terlihat bahwa setelah diberikan penyuluhan tentang kanker serviks pengetahuan ibu sebagian besar adalah baik yaitu dengan nilai rata- rata posttest 94 dan mengalami peningkatan 16% dari sebelumnya dengan nilai pretest 78. Sosialisasi tentang kanker serviks pada wanita efektif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang pencegahan kanker serviks. Kegiatan ini memiliki dampak positif, dengan meningkatkan pengetahuan peserta diharapkan dapat membantu dalam melakukan deteksi dini kanker serviks sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan di Indonesia, khususnya di Batu Putu Teluk Betung.
References
Andrijono (2018). Kanker Serviks Edisi Ke-
6. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Jakarta.
Cervical Cancer Guide (CCG) (2019). Tersedia
dalam: https://www.cancer.net/cancer-
types/cervical-cancer/. [disitasi: 10
Februari 2024].
Chung, W (2004). Topical Health Report No. 4. Prevention and Screening of Cervical
Cancer. Surveillance and Epidemiology
Branch, Centre for Health Protection
Department of Health. Hongkong.
Depkes RI. (2019). Riset Kesehatan Dasar 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Dr. Kariadi Semarang 2010. Program Pendidikan Sarjana Kedokteran, Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro. Jurnal Media Medika Muda. Semarang.
Estimed Cancer Incidence, Mortality and
Prevalence Worldwide in 2018 website
IARC. Tersedia dalam: http://globocan.iarc.fr/pages/fact_sheets_cancer.aspx [disitasi: 07 maret 2024].
IARC (2018) . GLOBOCAN 2018 : Cancer
Today. International Agency for Research on Cancer-WHO. http://gco.iarc.fr/today/home - Diakses Januari 2024.
International Agency for Researc on Cancer
(IARC), World Health Organization (WHO). Cancer Fact Sheets: Cervical Cancer. In: GLOBOCAN (2018).
Kartikawati, E (2013). Awas!!! Bahaya Kanker
Payudara dan Kanker Serviks. Bandung. Peraturan Mentri Kesehatan (PMK)
Kementerian Kesehatan RI (2015). Buletin,
Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Kementerian Kesehatan. Kanker Serviks. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI;
2019.
Nita V, dan Novi I. Pendidikan Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2020; 4(2):306–10.
Rasjidi, I (2013). Buku Ajar Onkologi Klinik.
EGC. Jakarta. Suryapratama, S. A dan Pranomo, M. B. A (2010). Karakteristik
Penderita Kanker Serviks di RSUP
Republik Indonesia (2015). Penanggulangan
Kanker Payudara dan Kanker Leher
Rahim. Kemenkes RI.
WHO (2018) . Breast Cancer:Early Diagnosis
and Screening.World Health Organization Western Pacific Region. https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/- Diakses Januari 2024
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

