PENGARUH TERAPI MASASE MENGGUNAKAN MINYAK AROMA TERAPI TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI PRIMER

Authors

  • Tri Wijayanto STIKes Muhammadiyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.52657/jik.v3i5.1043

Keywords:

hipertensi primer, minyak aromaterapi, tekanan darah, terapi masase

Abstract

Terapi masase adalah salah satu terapi komplementer yang dapat diberikan pada pasien hipertensi primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi masase menggunakan minyak aromaterapi terhadap tekanan darah pasien hipertensi primer. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan rangkaian waktu (Time Series Design) dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Besarnya sampel pada penelitian ini 42 orang, dimana jumlah responden pada kelompok terapi masase menggunakan minyak aromaterapi 24 orang dan kelompok terapi masase menggunakan minyak VCO (virgin coconut oil) 18 orang. Setiap responden mendapatkan terapi masase pada area kaki, punggung, bahu, lengan atas, leher dan kepala selama 30 menit 2 kali per minggu selama 3 minggu. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh terapi masase menggunakan minyak aromaterapi terhadap penurunan tekanan darah sistolik-diastolik pasien hipertensi primer (p value <0,05).  Terapi  masase  menggunakan minyak aromaterapi lebih efektif menurunkan tekanan darah sistolik dibandingkan dengan terapi masase menggunakan minyak VCO. Sedangkan terapi masase menggunakan minyak VCO lebih efektif menurunkan tekanan darah diastolik dibandingkan dengan terapi masase menggunakan minyak aromaterapi.

Penelitian ini merekomendasikan bahwa terapi masase menggunakan minyak aromaterapi dapat digunakan untuk menurunkan dan mengendalikan tekanan darah tinggi pasien hipertensi primer serta perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut.

References

Depkes. (2009). Riset kesehatan dasar 2007. http://labdata.litbang.depkes. go.id.

Tedjasukmana.(2012). Tatalaksana hipertensi.

http://www.kalbemed.com/portals.

Dinkes Propinsi Lampung. (2011). Laporan tahunan dinas kesehatan propinsi lampung. www.dinkespropinsilampung.

Dinkes Pringsewu. (2010). Profil kesehatan dinas kesehatan kabupaten pringsewu. www.dinkespringsewu.org.

Black,J.M., & Hawk, J.H. (2005). Medical surgical nursing clinical management for positive outcome. 7th Ed. Philadelphia. Mosbi.

Olney. (2007). Back Massage: Long term effects and dosage determination for persons withp pre-hypertension and hypertension. http://scholarcommons.

Joachim Peter. (2010). Therapeutic massage

technicques.http://highered.mcgraw-hill.com.

Marley. (2010). Massage physiology: Research, effects, indications, contraindication, and endangerment sites. www.elsevierhealth.com.

Prilutsky, B. (2003). Medical massage and control of arterial hypertension. www.massagetherapy.com/articles/ index.php/article.

Sherwood. (2012). Fisiologi manusia. Edisi 6. Jakarta. EGC

Wieting J., Michael. (2011). Massage effects, indications, contraindications, and research. http://emedicine.medscape.com.

Basford & Slevin. (2006). Teori & praktik keperawatan: Pendekatan integral pada asuhan pasien. Jakarta. EGC.

Koesoemardiyah. (2009). A-Z Aromaterapi untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. Yogyakarta. Penerbit Andi.

Ramadhani & Herliawati. (2011). Pengaruh masase kaki dengan minyak esensial lavender terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi primer http://eprints.unsri.ac.id.

Downloads

Published

2014-01-10

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.