HUBUNGAN KARAKTERISTIK DOKTER DENGAN KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR WHO DI PUSKESMAS
DOI:
https://doi.org/10.52657/jik.v12i2.2072Keywords:
Indikator WHO, Karakteristik Dokter, Kesesuaian peresepanAbstract
Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter kepada apoteker selaku pengelola apotek untuk mempersiapkan obat kepada pasien. Penulisan resep haruslah benar dan jelas agar dapat terhindar dari kesalahan dalam pembacaan resep, salah satu penyebab munculnya kesalahan medikasi yang dapat mengakibatkan kerugian bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara karakteristik dokter dengan kesesuaian peresepan obat berdasarkan indikator WHO di Puskesmas Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 40 dokter umum di Puskesmas Kota Bandar Lampung. Variabel bebas penelitian ini merupakan karakteristik dokter, yaitu usia, jenis kelamin, masa kerja, dan banyaknya pasien per jam. Variabel terikat adalah kesesuaian peresepan obat berdasarkan indikator WHO. Hasil penelitian didapati tidak adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik dokter dengan kesesuaian peresepan, yakni usia (p=0,809), jenis kelamin (p=1,000), masa kerja (p=0,937), dan banyaknya pasien dalam 1 jam (p=0,178). Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, dan banyaknya pasien dalam 1 jam dengan kesesuaian peresepan obat berdasarkan indikator WHO.References
Al-Dabbagh, S. A., Sulaiman, H. M., & Abdulkarim, N. A. (2022). Workload assessment of medical doctors at primary health care centers in the Duhok governorate. Human Resources for Health, 19(Suppl 1), 117.
Alowi, M., & Kani, Y. (2019). Promotion of prescription drugs and its impact on physician’s choice behavior. Journal of Pharmaceutical Care and Health Systems, 6, 1–7.
Bulut, B., & Akkurt, G. (2020). Resident doctors’(branch) attitudes and behaviours about rational drug use. Ankara Medical Journal, 20(3), 641–652.
Handayani, S., Fannya, P., & Nazofah, P. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan di rawat inap RSUD Batusangkar. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 3(3), 440–448.
Hartono, S., Fitriani, A. D., & Afriany, M. (2021). Faktor individu dan kepuasan kerja dengan pendapatan tenaga medis spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Sulaiman Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(2), 39–46.
Ihsan, S., Sabarudin, S., Leorita, M., Syukriadi, A. S. Z., & Ibrahim, M. H. (2017). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat ditinjau dari indikator peresepan menurut world health organization (WHO) di seluruh Puskesmas Kota Kendari tahun 2016. Medula, 5(1), 402–409.
Karaman, R. (2015). Commonly used drugs-uses, side effects, bioavailability and approaches to improve it: uses, side effects, bioavailability & approaches to improve it. New York: Nova Science Publishers, Incorporated.
Khairurrijal, M. A. W., & Putriana, N. A. (2017). Medication erorr pada tahap prescribing, transcribing, dispensing, dan administration. Majalah Farmasetika, 2(4), 8–13.
Lee, C. H., Lim, H., Kim, Y., Park, A. H., Park, E.-C., & Kang, J.-G. (2014). Analysis of appropriate outpatient consultation time for clinical departments. Health Policy and Management, 24(3), 254–260.
Leviatan, I., Oberman, B., Zimlichman, E., & Stein, G. Y. (2021). Associations of physicians’ prescribing experience, work hours, and workload with prescription errors. Journal of the American Medical Informatics Association, 28(6), 1074–1080.
Lihawa, C., & Al Rasyid, H. (2016). Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dokter dalam kelengkapan pengisian rekam medis dengan di moderasi karakteristik individu (studi di Rumah Sakit Islam Unisma Malang). Jurnal Aplikasi Manajemen, 14(2), 300–321.
Megawati, F., & Santoso, P. (2017). Pengkajian resep secara administratif berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 35 Tahun 2014 pada resep dokter spesialis kandungan di Apotek Sthira Dhipa. Jurnal Ilmiah Medicamento, 3(1), 12–16.
Mudayana, A. A. (2013). Hubungan beban kerja dengan kinerja karyawan di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan, 6(1), 35–40.
Ningrum, E. P., Advistasari, Y. D., & Sari, W. K. (2022). Evaluasi kerasionalan indikator peresepan WHO di Apotek Kota Semarang Tahun 2022. Cendekia Eksakta, 7(2), 101-106.
Rahmatini, R. (2015). Agar penulisan resep tetap up to date. Majalah Kedokteran Andalas, 33(2), 101–108.
Safitri, E. (2021). Analisis Kesesuaian Penulisan Resep dan Ketersediaan Obat terhadap Formularium Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon. Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima, 9(1), 9–21.
Sanah, N. (2017). Pelaksanaan fungsi puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser. EJournal Ilmu Pemerintahan, 5(1), 305–314.
Setiawati, A. N. M., Suandari, P. V. L., & Wardhana, Z. F. (2021). Pengaruh penerapan pendidikan dan pelatihan (diklat) online serta motivasi kerja terhadap kinerja pegawai penunjang medis. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(3), 198–204.
Ulfa, H. M. (2017). Standar Pelayanan minimal waktu tunggu di pendaftaran pasien rawat jalan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Photon: Jurnal Sain Dan Kesehatan, 8(01), 57–61.
Xie, Z., & Or, C. (2017). Associations between waiting times, service times, and patient satisfaction in an endocrinology outpatient department: a time study and questionnaire survey. INQUIRY: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing, 54, 1–10.
Yulida, R., Mardiyoko, I., & Darmanto, S. (2016). Hubungan Karakteristik Dokter Dengan Kelengkapan Catatan Laporan Operasi Di RSU Queen Latifa Yogyakarta Tahun 2016. Jurnal Permata Indonesia, 7(2), 57–66.


