FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DALAM ERA INTEGRASI LAYANAN PRIMER DI PUSKESMAS BANJARWANGI KABUPATEN GARUT BERDASARKAN PERSEPSI REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.52657/jik.v14i1.2680Keywords:
kesehatan reproduksi, penghambat, persepsi, remajaAbstract
Pelayanan kesehatan reproduksi merupakan komponen penting yang harus diperbaiki secara global. Meskipun kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi tinggi namun pemanfaatannya masih rendah karena berbagai hambatan memperoleh pelayanan dan juga adanya persepsi negatif terhadap pusat pelayanan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini Untuk mempelajari persepsi remaja terhadap faktor fisik, proses, dan psikososial untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Studi ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sample Proportional sampling yang menggunakan analisis deskriptif, dilengkapi data kualitatif melalui wawancara mendalam. Subyek penelitian adalah siswa SMA kelas 1 dan 2 usia 14-16 tahun di wilayah kerja puskesmas Banjarwangi sebanyak 141 responden dan informan. Didapatkan hasil faktor fisik bukan merupakan penghambat sedangkan faktor proses pada aspek waktu pelayanan dan faktor psikososial merupakan faktor penghambat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi. Perlu adanya suatu upaya dalam mengatasi persepsi yang menjadi penghambat dalam pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi remaja seperti pemberian edukasi dan pendekatan multidisiplinDownloads
Published
2025-01-20
Issue
Section
Articles


