Peran Tutor dalam Pendampingan Psikoedukatif untuk Meningkatkan Perilaku Literasi Digital pada Pendidikan Nonformal
DOI:
https://doi.org/10.52657/jfk.v12i1.3484Keywords:
pendampingan psikoedukatif, tutor, perilaku literasi digital, pendidikan nonformalAbstract
Peserta pendidikan nonformal merupakan bagian dari masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan formal akibat berbagai faktor sosial, ekonomi, dan pendidikan. Meskipun demikian, peserta didik pendidikan nonformal menunjukkan motivasi belajar yang tinggi dan memerlukan pendampingan psikoedukatif untuk mendukung perkembangan perilaku adaptif, termasuk dalam literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran tutor dalam pendampingan psikoedukatif guna meningkatkan perilaku literasi digital peserta pendidikan nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tutor dalam pendampingan psikoedukatif teridentifikasi dalam tiga tema utama, yaitu: (1) tutor sebagai fasilitator dalam pembelajaran dan pemanfaatan media digital secara edukatif; (2) tutor sebagai model perilaku literasi digital yang positif dan bertanggung jawab; serta (3) tutor sebagai motivator dan penguat partisipasi peserta didik dalam aktivitas digital yang konstruktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendampingan psikoedukatif oleh tutor berkontribusi dalam pengembangan perilaku literasi digital peserta pendidikan nonformal, serta memiliki implikasi bagi penguatan praktik bimbingan dan konseling berbasis komunitas pada setting pendidikan nonformal.
References
Kozulin, A., Gindis, B., Ageyev, V. S., & Miller, S. M. (2018). Vygotsky’s educational theory in cultural context (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
OECD. (2019). Future of education and skills 2030. Paris: OECD Publishing.
OECD. (2021). Building digital capacity for education. Paris: OECD Publishing.
Redecker, C. (2017). European framework for the digital competence of educators (DigCompEdu). Luxembourg: Publications Office of the European Union.
Schunk, D. H. (2020). Learning theories: An educational perspective (8th ed.). New York: Pearson.
Schunk, D. H. (2020). Learning theories: An educational perspective (8th ed.). New York: Pearson.
Sonia Livingstone. (2019). Audiences in an age of datafication. Television & New Media, 20(2), 170–183. https://doi.org/10.1177/1527476418811118
Sonia Livingstone., & Amanda Third. (2017). Children and young people’s rights in the digital age. New Media & Society, 19(5), 657–670. https://doi.org/10.1177/1461444816686318
Suyanto, & Hisyam, D. (2017). Pendidikan karakter perspektif Ki Hajar Dewantara. Yogyakarta: UNY Press.
UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills. Paris: UNESCO.
UNESCO. (2020). Education in a post-COVID world: Nine ideas for public action. Paris: UNESCO.
Vuorikari, R., Kluzer, S., & Punie, Y. (2022). DigComp 2.2: The digital competence framework for citizens. Luxembourg: Publications Office of the European Union.
Wan, Ng. (2015). New digital technology in education: Conceptualizing professional learning for educators. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-05822-1
Wibowo, A. (2020). Pendidikan karakter berbasis pemikiran Ki Hajar Dewantara. Cakrawala Pendidikan, 39(2), 307–320. https://doi.org/10.21831/cp.v39i2.29242
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Fokus Konseling

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


