Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Penyusunan Program BK dan RPLBK di MGBK SMA SMK Brebes

Authors

  • Hanung Sudibyo Universitas Pancasakti Tegal
  • M Arif Budiman S Universitas Pancasakti Tegal
  • Ajeng Regita Cahyani Universitas Pancasakti Tegal
  • Yovy Lucky Tifano Universitas Pancasakti Tegal
  • Diva Rizqy Utami Universitas Pancasakti Tegal
  • Khaerul Hamam Universitas Pancasakti Tegal

DOI:

https://doi.org/10.52657/jfk.v12i1.3477

Keywords:

Deep Learning, Program BK, RPLBK

Abstract

Program bimbingan dan konseling memberikan layanan yang terintegrasi dengan program pengembangan semua aspek hidup peserta didik/konseli di sekolah. Bimbingan dan konseling di SMA SMK diupayakan untuk mengidentifikasi kebutuhan bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir yang merupakan aktivitas esensial dalam menghadapi rintangan dalam mencapai prestasi sesuai potensi masing-masing peserta didik/konseli. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan pribadi, sosial, belajar, dan karir merupakan kunci keberhasilan bagi keberhasilan hidup peserta didik/konseli selanjutnya. Kebutuhan kehidupan saat ini menghendaki adanya peranan layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif pada satuan pendidikan SMA SMK, mengingat kompleksitas dan keragaman program pendidikannya. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik/konseli SMA SMK, kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling semakin mendesak. Ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor di SMA SMK berbeda dengan guru bimbingan dan konseling atau konselor di satuan pendidikan sekolah menengah pertama. Dengan kata lain, guru bimbingan dan konseling atau konselor juga perlu berperan-serta secara produktif di SMA SMK. Program Bimbingan dan Konseling dalam Deep Learning masih mengacu pada Pedoman Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Tahun 2016. Namun terdapat penekanan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistic dan terpadu. Pada Pendekatan Deep learning, perbedaan utamanya pada penambahan 8 dimensi profil lulusan, praktik layanan dan sintaks deep learning. Untuk hal itu perlu pelatihan dalam menyusun Program BK maupun RPL BK pada pendekatan deep learning.

References

Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dirjen GTK No 17 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan BK

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world change the world. Thousand Oaks, CA: Corwin.

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and managing your school guidance and counseling program (5th ed.). Alexandria, VA: American Counseling Association.

Hots dalam Layanan Bimbingan dan Konseling (PPT)

Kemdikbud. 2016. Pedoman BK pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta

Kemdikbud. 2016. Panduan Operasional Penyelenggaran BK. Jakarta

Kemdikbud. 2016. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling di SMK. Jakarta

Kemdikdasmen. 2025. Pembelajaran Mendalam. Jakarta

Kemendikbudristek. (2022). Panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Puskurjar Deep Learning 2025 (PPT)

Riduwan. (2015). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: Alfabeta.

RPL Bimbingan dan Konseling MGBK SMK Jawa Tengah

Sugiyo. 2016. Manajemen BK di Sekolah. Semarang: Widya Karya

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-01-31

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.