Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional Lodong Gejlig
Keywords:
Aktivitas Matematis;, Alat Musik Tradisional;, Etnomatematika; Frekutensi Suara; Lodong GejligAbstract
Lodong Gejlig merupakan alat musik tradisional khas Kabupaten Tasikmalaya. Sampai saat ini belum ditemukan identifikasi bagaimana nada-nada dari alat musik ritmis ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aktivitas matematis dalam proses pembuatan alat musik tradisional Lodong Gejlig serta menganalisis variabel yang memengaruhi frekuensi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain embedded, di mana pendekatan kualitatif berperan sebagai pendekatan utama dan pendekatan kuantitatif sebagai pendukung. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui metode etnografi dengan Teknik observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis aktivitas matematis dilakukan berdasarkan kerangka etnomatematika Bishop. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengukuran Panjang, diameter dalam, dan ketebalan bambu serta frekuensi suara menggunakan aplikasi Spectroid. Subjek kuantitatif berupa satu set Lodong Gejlig yang terdiri atas delapan jenis, yaitu bass 3, bass 2, bass 1, rincik 1, rincik 2, kotek 1, kotek 2, dan ketuk. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial ukuran bambu terhadap frekuensi suara yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Lodong Gejlig mengandung aktivitas matematis yang dilakukan secara empiris oleh pengrajin antara lain menghitung, mengukur, merancang, melokasikan, dan menjelaskan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial, Panjang bambu (0,116 > 0,05), diameter dalam bambu (0,888 > 0,05), dan ketebalan bambu (0,709 > 0,05) tidak berpengaruh signifikan terhadap frekuensi suara. Namun, secara simultan ketiga variabel ukuran bambu berpengaruh signifikan terhadap frekuensi suara Lodong Gejlig berdasarkan uji F sebesar 0,049 < 0,05 dan koefesien determinasi (R2) sebesar 0,834, yang menunjukkan bahwa 83,4 % variasi frekuensi suara dapat dijelaskan oleh kombinasi ketiga variabel ukuran bambu tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penentuan standarisasi ukuran alat musik tradisional Lodong Gejlig tanpa menghilangkan nilai budaya dan kearifan lokal. Selain itu, temuan penelitian ini dapat mendukung pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
References
Astria, R. T. (2023). Eksplorasi Etnomatematika pada Alat Musik Tradisional. Jurnal Pendidikan Matematika, 3, 171–182.
Bhakta, H. C., Choday, V. K., & Grover, W. H. (2018). Musical Instruments As Sensors. ACS Omega, 3(9), 11026–11032. https://doi.org/10.1021/acsomega.8b01673
Bishop, A. J. (1988). Mathematical Enculturation: A Cultural Perspective of Mathematics Education. Kluwer Academic Publishers.
D’ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and Its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. Source For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48.
D’Ambrosio, U. (2006). Ethnomathematics: Link between traditions and modernity. Brill.
Medianti, A. P., & Wahidah, A. N. (2023). Eksplorasi Etnomatematika Pada Bentuk Alat Musik Kesenian Hadrah Di Desa Parit Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Al-’Adad : Jurnal Tadris Matematika, 2(1), 51–63. https://doi.org/10.24260/add.v2i1.1560
Michell, J. (2005). The logic of measurement : A realist overview. 38(2005), 285–294. https://doi.org/10.1016/j.measurement.2005.09.004
Muzdalipah, I., & Yulianto, E. (2015). Pengembangan Desain Pembelajaran Matematika untuk Siswa SD Berbasis Aktivitas Budaya dan Permainan Tradiional Masyarakat Kampung Naga. Jurnal Siliwangi Seri Pendidikan, 1(1), 63–74.
Muzdalipah, I., & Yulianto, E. (2018). Ethnomathematics Study: The Technique of Counting Fish Deeds (Osphronemus Gouramy) of Sundanese Style. Journal of Medives, 2(1), 25–40.
Nurbaeti, V. H., Wasta, A., & Priliani, A. (2021). Analisis Kesenian Lodong Gejlig Di Kampung Sukatani Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Seni Dan Budaya, 4(1), 99–105.
Nurtikawati, N., Rustiani, K. W., & Hadi, A. T. (2022). Inventarisasi Alat Musik Tradisional Berbahan Dasar Bambu Di Museum Sulawesi Tenggara. Community Development Journal, 3(3), 2165–2172. https://doi.org/10.31004/cdj.v3i3.11439
Pasaribu, S. (2022). Eksplorasi Etnomatematika pada Alat musik pantun bambu cilegon. Derivat, 9(2), 165–173. https://doi.org/10.36655/sepren.v4i01.847
Rosa, M., & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics : the cultural aspects of mathematics. Revista Latinoamericana de Etnomatemática, 4(2), 32–54.
Shodiq, V. V., Amrullah, A. K., & Nurallawiah, E. S. (2023). Typical Tasikmalaya Tradition of Semantic Analysis of Fields of Meaning. Journal of Humanities and Social Studies, 1(3), 1024–1031.
Sukenti, K., & Siskawati. (2021). Kajian Etnobotani Jenis-Jenis Bambu Sebagai Bahan Perlengkapan Rumah Tangga dan Konstruksi di Kabupaten Lombok Barat. Journal of Tropical Ethnobiology, 158–164.
Sumarman, I., Nurjamil, D., & Yulianto, E. (2024). Etnomatematika pada Layangan Sendaren di Masyarakat Kecamatan Lakbok. In Seminar nasional matematika dan pendidikan matematika. 111–122.
Sunzuma, G., & Maharaj, A. (2021). In-service mathematics teachers’ knowledge and awareness of ethnomathematics approaches. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 52(7), 1063–1078. https://doi.org/10.1080/0020739X.2020.1736351
Utara, K. T. (2023). Identifikasi alat musik tradisional sebagai sumber belajar di SDN 1 Salumpaga Kecamatan Tolitoli Utara. Jurnal Pendidikan Daerah, 5(2), 77–85.
Yulianto, E., Mansyur, M. Z., Jayusman, I., & Miftahudin, Z. (2022). The Way Sundanese Give Names To Their Baby : Cultural Anthropology View In Ethnomathematical Studies. Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME), 4(2), 263–280.
Yulianto, E., Sufyani, W., & Ahmad Tafsir, P. (2020). Some Ethnomathematics Interpretations about the Practice of Dhikr Jahar of Tariqa Qodiriyah Naqsyabandiyah Ma ’ had Suryalaya. Journal of Physics: Conference Series, 1477, 0420. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1477/4/042032
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


